logo

Kemenaker Fasilitasi Kepulangan Tujuh ABK Markabi Phil

Kemenaker Fasilitasi Kepulangan Tujuh ABK  Markabi Phil

Sebagian ABK Markabi Phil, yang berhasil dipulangkan ke Tanah Air. (foto, ist)
03 Juni 2019 00:31 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan, (Kemenaker) melalui Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha, Qatar, memfasilitasi kepulangan 7 (tujuh) anak buah kapal (ABK) Markabi Phil pada Kamis (30/2/2019) lalu.

Para ABK itu berhasil dipulangkan ke Tanah Air setelah terlantar di pelabuhan Ras Laffan Port Doha Qatar. Kapal berbendera Belize tersebut dioperasikan perusahaan Trelco Marine Service.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Eva Trisiana, dalam keterangan persnya,, di Jakarta, Sabtu (1/6/2019) menjelaskan, kasus ini berawal dari pengaduan salah satu WNI yang merupakan Kapten Kapal Markabi Phil yang diterima KBRI Doha, Qatar pada 4 Februari 2019.

Para ABK mengadu bahwa awak kapal termasuk kapten yang bekerja sejak Oktober 2018 belum mendapatkan gaji dan tidak mendapatkan pasokan air minum dan makanan. “Kasus ini terjadi karena salah satu kapal Trelco Marine Service tertangkap petugas. Akibat terlibat pembelian BBM ilegal," tuturnya.

Kondisi ini, terangnya, menyeret manajemen Trelco Marine dan memburuknya manajemen perusahaan. Sehingga, mengakibatkan penelataran kapal yang beroperasi di bawah manajemen Trelco Marine Service.

Pihak KBRI Doha Qatar melalui Atase Ketenagakerjaan cepat tanggap, merespon permasalahan tersebut dengan menemui para ABK dan memberikan logistik yang dibutuhkan. KBRI Doha, Qatar langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang dan pihak perusahaan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya kita bisa memulangkan para ABK yang selama ini terlantar di pelabuhan. Mereka kini telah kembali ke Tanah Air,” ungkap Eva.

Eva mengapresiasi Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha yang telah bertindak cepat merespon penanganan kasus ini. “Untuk meningkatkan pelindungan bagi ABK pemerintah sedang menyusun Rancangan Pemerintah tentang Pelindungan Awak Kapal Niaga dan Awak Kapal Perikanan, yang ditargetkan paling lama sebelum akhir tahun ini sudah selesai," jelasnya.

Editor : Markon Piliang