logo

Mendes PDTT: Jangan Ada Lagi Perdebatan Tentang Kelahiran Pancasila

Mendes PDTT: Jangan Ada Lagi Perdebatan Tentang Kelahiran Pancasila

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (foto, ist)
02 Juni 2019 16:33 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pancasila sekarang eksistensinya dirongrong oleh pihak luar, yang mengkait-kaitkan dengan identitas atau kepentingan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Demikian amanat yang disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, saat menjadi inspektur upacara Hari Lahir Pancasila di halaman kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Sabtu (1/6/2019).

Mendes mengenakan pakaian adat Sunda, yang diikuti sejumlah pejabat di lingkungan Kemendes PDTT, dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Lebih lanjut dia mengatakan, berkaca dari kondisi tersebut, dirinya mengapresiasi seluruh pegawai di lingkungan Kemendes PDTT yang masih semangat, serta serius dalam mengikuti upacara tersebut.

Mendes menyatakan rasa terimakasihnya, atas tekad pegawai yang masih menjaga asas-asas pancasila. "Saya pribadi mengapresiasi pegawai Kementerian Desa yang masih semangat mengikuti upacara hari ini. Dan saya ucapkan terimakasih," ujarnya.

Menurut dia, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Seluruh masyarakat, lanjutnya, harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan serta kebahagiaan seluruh Bangsa Indonesia.

"Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil, dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, kita Pancasila," tegasnya.

Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, jelasnya, tidak terpisah dari momentum perumusan Piagam Jakarta oleh panitia kecil pada tanggal 22 Juni, dan pengesahan Pancasila dalam pembukaan Undang-Undang 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945.

Momentum tersebut, inbuhnya, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Karenanya, dia berharap, tidak ada lagi perdebatan tentang kelahiran Pancasila.

"Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus," tutur Mendes. ***

Editor : Pudja Rukmana