logo

Jelang Idul Fitri 1440 Hijriah, Stok Sembako Jakarta Aman Harga Terkendali

Jelang Idul Fitri 1440 Hijriah,  Stok Sembako Jakarta Aman  Harga Terkendali

Logo Pasar Kaya
29 Mei 2019 22:13 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menjamin stok sembilan bahan pokok (sembako) di DKI Jakarta aman jelang perayaan Idul Fitri 1440 hijriah.

Harga daging sapi, daging ayam, telur ayam relatif stabil. Diharapkan semua stok kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) warga Jakarta menjelang lebaran dapat terpenuhi.

Harga kebutuhan juga relatif aman. “Ya semua kebutuhan sembako di 153 pasar tradisional milik Pasar Jaya tersedua. Stok kebutuhan pada saat menjelang lebaran dan usai lebaran,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin kepada wartawan, usai acara buka puasa di kantor PD Pasar Jaya, kawasan Jalan Cikini Raya, Selasa (28/5/2019).

“Bahkan kebutuhan bahan pokok untuk wilayah Jakarta cukup sampai usai lebaran. Harganya juga stabil, tidak ada kenaikan yang signifikan,” tutur Anief menambahnya.

Sementara itu, dalam rangka efisiensi pengeluaran serta menjaga kebersihan lingkungan, Perumda Pasar Jaya akan melakukan pengelolaan sampah pasar sendiri.

Caranya, sampah basah dari 153 pasar akan diolah menjadi pakan ternak berupa larva. “Sesuai penugasan dari Gubernur DKI Anies Baswedan, kita merencanakan mengelola sampah sendiri secara bertahap,” ucap Arief.

Sementara itu, secara teknis, Direktur Tehnik Perumda Pasar Jaya Dono Pratomo menjelaskan, saat ini saja 153 pasar milik BUMD DKI ini memproduksi 563 ton sampah per hari. Baik sampah kering (anorganik) maupun basah (organik).

“Untuk membuang sampah dari seluruh pasar, kami harus mengeluarkan dana Rp1 miliar per bulan kepada Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI. Karena itu, kami memikirkan akan mengelola sendiri sampah ini,” ucap Dono.

Dikatakan Dono, rencana ini sudah matang dibahas di internal Perumda Pasar Jaya. Dan akan bekerja sama dengan PD Dharma Jaya, yang memiliki lahan yang cukup di Jalan Raya Penggilingan, Jakarta Timur.

“Kenapa dengan Dharma Jaya? Selain memiliki lahan, BUMD yang fokus mengelola ketersediaan daging, juga memproduksi kotoran ternak. Dan ini pas untuk pengolahan sampah yang ramah lingkungan ini. Sebab kami nanti tidak membakar sampah,” katanya.

Masih kata Dono, pembangunan lahan pengolahan sampah menjadi pakan ternak ini akan dimulai awal 2020. Ini memang hal yang baru, namun harus dimulai dari sekarang.

“Investasi untuk pembangunan pengolahan sampah menjadi pakan ternak ini membutuhkan investasi Rp60 miliar. Dalam hal ini, kami tidak fokus untuk mencari keuntungan, namun untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna. Ditambah lagi, tidak merusak lingkungan berupa polusi,” tutur Dono lagi.

Editor : Yon Parjiyono