logo

Menko PMK Paparkan Sejumlah Langkah Perbaikan Penyaluran Bansos

 Menko PMK Paparkan Sejumlah Langkah Perbaikan Penyaluran Bansos

Menko PMK Puan Maharani. (foto, ist)
29 Mei 2019 17:34 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mengingat cakupan yang makin luas dan meningkatnya jumlah penerima manfaat, Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, menyampaikan pandangannya dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia, di aula utama Syafrudin Prawiranegara, Komplek Bank Indonesia, di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Dipaparkannya, manfaat pemberian Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat, baik dengan mekanisme elektronifikasi keuangan dalam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun secara konvensional melalui penyaluran Rastra, diketahui efektif menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air.

Ke depan, lanjutnya, pemberian Bansos ini akan menyeluruh melalui mekanisme elektronifikasi. Walau memang tengah dikaji sistem yang paling efektif dan efisien, saat penerima manfaat ingin mencairkan bantuan. Untuk mengatasi penerima manfaat yang lupa Pin ATM atau lupa membawa KTP. 

Di samping itu, upaya literasi dan sosialisasi keuangan elektronik yang harus terus ditingkatkan. Juga memperbanyak agen serta mesin EDC, di samping juga terus diupayakan penajaman data terpadu.

Rakor membahas kebijakan elektronifikasi keuangan Bank Indonesia untuk program kerja pemerintah. Yang meliputi program bantuan sosial, transportasi, serta transaksi daerah.

Karenanya, selain Menko PMK, turut menyampaikan pandangannya juga Mendagri, Menhub, Men PUPR. Rajor juga dihadiri sejumlah perwakilan kepala daerah dan perwakilan Kemensos. Rakor dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia.

Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kesejahetaraan masyarakat. Sudah banyak manfaat pemberian Bansos, meskipun masih ditemui banyak masalah saat ingin mencairkan bantuan terutama dengan sistem elektronik.

"Untuk hal-hal semacam ini sedang terus kami perbaiki, apalagi nanti elektronifikasi keuangan akan bertambah dan meluas manfaatnya," tutur dia.

Dikemukakannya, tentu butuh komitmen, dukungan dan pemahaman bersama dalam mewujudkan suatu sistem keuangan yang baik. "Dan juga memudahkan bagi masyarakat ke depannya," ujarnya.

Dijabarkan Menko PMK, elektronifikasi keuangan melalui Bansos telah berhasil meningkatkan budaya menabung masyarakat. Saat ini, Penyaluran BPNT telah menjangkau 9,79 Juta KPM. Penyaluran PKH telah menjangkau 9,8 juta KPM. Penyaluran KIP ATM sampai 2019 telah mencapai 6,3 juta siswa (34,6 persen). Kepesertaan PBI JKN berjumlah 96,6 juta jiwa.

Editor : Azhari Nasution