logo

Ini Dia Duta Bulutangkis Indonesia Di Piala Sudirman (9 – Hendra Setiawan)

Ini Dia Duta Bulutangkis Indonesia Di Piala Sudirman (9 – Hendra Setiawan)

Hendra Setiawan. (Foto: Dok PBSI).
24 Mei 2019 10:13 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Hendra Setiawan termasuk pemain yang kenyang dengan asam garam pertandingan. Nama pria kelahiran Pemalang, 25 Agustus 1984 ini melejit tatkala berpasangan dengan Markis Kido.

Pada tahun 2007 Hendra bersama Markis Kido meraih gelar juara dunia pertamanya. Setahun kemudian mereka merebut medali emas Olimpiade 2008 di Beijing, China. Prestasi ini pula yang mengantar Hendra dan Kido ke peringkat satu dunia saat itu.

Tapi yang namanya prestasi, pasti ada naik turunnya. Beberapa tahun setelah meraih medali emas olimpiade prestasi Hendra/Kido merosot, membuat Hendra yang memiliki tingga badan 183 cm dan berat 80 kg berpisah dengan pasangannya.

Berpisah dengan Kido, Hendra yang bernaung di klub PB Jaya Raya dipasangkan dengan Mohammad Ahsan. Bersama Ahsan prestasinya meningkat, namun sempat merosot lagi pada 2016. Usai Olimpiade Rio de Janeiro mereka berpisah, dan berganti-ganti pasangan dengan pemain yang ada di Pelatnas Cipayung.

Pada 2018 Hendra dan Ahsan bersatu lagi namun tidak berada dalam Pelatnas Cipayung. Tampil sebagai pemain semi professional, prestasi keduanya meningkat lagi. Di antaranya juara Juara Singapore Open 2018 Super 500.

Pada 2019 pasangan Hendra/Ahsan semakin menunjukkan grafik naik hingga mencapai puncaknya Juara All England 2019. Setelah itu, terakhir mereka tampil sebagai Juara New Zealand 2019 Super 300.

Sebagai pemain senior yang telah malang melintang di berbagai turnamen besar, tentu ada pertandingan yang paling berkesan baginya.

"Kalau dulu pasti Olimpiade Beijing 2008, tapi yang sekarang-sekarang ini Indonesia Masters 2019. Saya merasa mainnya enak, permainan depan, permainan belakang juga. Di turnamen lain juga mainnya enak, tetapi feeling-nya nggak seenak di Indonesia Masters. Mungkin karena waktu itu saya merasa senang karena pulang ke Indonesia setelah sebulan tanding di luar negeri. Tiga minggu ikut liga India dan seminggu ikut Malaysia Masters. Waktu pulang, saya senang karena ketemu makanan Indonesia, ha ha ha," katanya. ***