logo

IT Telkom Surabaya Alokasikan Beasiswa Untuk Anak-anak Indonesia Timur

IT Telkom Surabaya Alokasikan Beasiswa Untuk Anak-anak Indonesia Timur

Wakil Rektor Wakil Rektor II IT Telkom Surabaya, Tri Agus Djoko Kuntjoro saat memberikan bantuan pada anak-anak yatim piatu.
23 Mei 2019 21:57 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Institut Teknologi (IT) Telkom Surabaya mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah yang mayoritas akan diarahkan untuk membantu pendidikan mahasiswa kurang mampu asal Indonesia Timur. Kebijakan itu diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Indonesia Timur di bidang teknologi komunikasi.

Menurut Wakil Rektor Wakil Rektor II IT Telkom Surabaya, Tri Agus Djoko Kuntjoro, tahun lalu Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) sebetulnya juga sudah mengalokasikan Rp20 miliar untuk program beasiswa. "Beasiswa sebesar itu sudah cukup untuk membantu membiayai pendidikan sekitar 20-30 orang mahasiswa," ujarnya usai buka bersama anak-anak yatim piatu di Surabaya, Kamis (23/5/2019).

Anggaran beasiswa sebanyak itu, tahun lalu dimanfaatkan oleh jajaran Kepolisian 5 oang, TNI Angkatan Laut 2 orang, TNI Angkatan Darat 1 Orang dan dari Kejaksaan Tinggi 1 orang. Di luar itu, beasiswa diarahkan untuk mahasiswa Indonesia Timur.

Khusus tahun ini, kata dia, anggaran beasiswa dengan nominal yang sama, akan diprioritaskan untuk para mahasiswa dari Indonesia Timur. "Kami akan beri beasiswa untuk anak-anak Indonesia Timur yang punya kemampuan bagus, tapi ekonominya kurang," ujarnya.

Mereka nantinya akan diberi kesempatan mengikuti pendidikan di kampus yang memiliki 7 jurusan dan dua fakultas di Surabaya tersebut. Dia mengingatkan, ke depan masih akan ada obyek pekerjaan dan obyek masa depan yang teknologinya tak akan pernah punah. Diantaranya yang terkait teknologi sekuriti yang akan terus berkembang dam dibutuhkan.

Dia juga mencontohkan teknologi radio gelombang pedek, teknologi wifi dan sebagainya. "Saat ini drone hanya dimanfaatkan untuk kamera. Tidak tertutup kemungkinan ke depan drone bisa dikembangkan misalnya untuk mengangkat barang dan sebagainya," ujarnya.

IT Telkom Surabaya yang baru berdiri 2018 dan memiliki 194 mahasiswa ini bahkan optimis jumlah mahasiswanya akan terus bertambah. Kampus yang sedang mempersiapkan diri untuk meraih akreditasi A ini menargetkan akan memiliki 1000 mahasiswa dengan 60 dosen berkualitas.

Perbandingan dosen dan mahasiswa ditetapkan, 1 dosen yang minimal berpendidikan S2 itu akan membawahi 20 orang mahasiswa. Dalam rangka memperbanyak tenaga dosen bergelar doktor, pihaknya sudah mengirim para calon doktor untuk kuliah di Jepang, Korea, Malaysia dan sebagainya.

Salah satu event untuk meningkatkan performa perguruan tinggi diantaranya dilakukan dalam bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu. "Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini kami wujudkan dalam bentuk olah ruh seperti sekarang, disamping olah raga dan olah rasio," ujarnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH