logo

Jelang Mudik Lebaran, Pertamina MOR IV Jateng Dan DIY Optimalkan Stok BBM

Jelang Mudik Lebaran, Pertamina MOR IV Jateng Dan DIY Optimalkan Stok BBM

Pertamina MOR IV Jateng dan DIY optimalkan ketersediaan BBM untuk arus Lebaran
23 Mei 2019 21:48 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY mengoptimalkan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang arus mudik Lebaran 2019. Stok BBM untuk wilayah region IV Jateng dan DIY dalam posisi sangat baik dengan kapasitas di tangki Terminal BBM (TBBM) Boyolali bisa untuk 12 hingga 14 hari per produk.

"Apalagi ditambah dengan pasokan BBM melalui jalur perpipaan dari kilang Cilacap. Kami sudah siap untuk mengantisipasi lonjakan BBM saat arus mudik Lebaran," jelas General Manager Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY, Iin Febrian kepada wartawan di TBBM Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (23/5/2019).

Untuk di region IV Jateng dan DIY, distribusi rata-rata per hari untuk jenis gasoline grup mencapai 12.100 KL per hari. Saat angkutan Lebaran bisa mengalami peningkatan 24 persen atau sekitar 15.000 KL per hari.

"Saat puncak arus mudik yang terjadi pada H-2 bisa mencapai 19.000 hingga 20.000 KL per hari atau mengalami peningkatan hingga 94 persen atau hampir dua kali lipat," jelasnya lagi.

Pertamina telah melakukan antisipasi dengan menyediakan stok yang cukup, armada yang handal dan diperkuat dengan stok BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

"Per hari ini masih relatif stabil. Tapi kita sudah mulai menaikkan supply ke SPBU sampai 20 persen. Sebanyak 842 SPBU di Jateng dan DY kita full kan stoknya, jadi untuk 1 SPBU bisa mengkover untuk 3 hari kedepan," paparnya.

Sementara itu untuk di jalan tol, Pertamina MOR IV mengoptimalkan 6 SPBU yang ada di jalan tol di wilayah Jateng. Jika tahun lalu hanya 1 SPBU saat ini sudah ada 6 SPBU. Per SPBU mampu melayani hingga 150 KL per hari .Pertamina juga akan menambah 1 SPBU lagi di titik KM 260 B.

"Ada juga tambahan layanan tambahan di 15 titik di rest area dengan kios modular," ujarnya.

Sementara itu untuk wilayah Kota Solo dan sekitarnya terjadi tren peningkatan konsumsi BBM rata-rata 25 persen dibandingkan dengan hari biasa. Yakni dari 2.343 KL menjadi 2.935 KL untuk gasoline grup (premium dan perta series).

Sedangkan untuk gasoil (biosolar dan dex series) diperkirakan akan mengalami penurunan 21 persen dari 999 KL menjadi 790 KL. Penurunan tersebut terjadi karena saat arus mudik ada penurunan aktivitas pengiriman dan pembatasan angkutan barang. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH