logo

BI Solo Membuka Layanan Penukaran Uang Di Rest Area Jalan Tol Solo-Ngawi

BI Solo Membuka Layanan Penukaran Uang Di Rest Area Jalan Tol Solo-Ngawi

Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi KPwBI Solo Bakti Artanta saat memaparkan penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran
23 Mei 2019 14:54 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Jawa Tengah melayani penukaran uang baru di rest area jalan tol ruas Solo-Ngawi mulai Kamis (30/5/2019) hingga Sabtu (1/6/2019). Layanan penukaran uang di rest area tersebut baru tahun ini dilakukan.

Pemudik yang melintas di jalan tol Solo-Ngawi bisa memanfaatkan layanan tersebut di rest area KM 519 A dan KM 519 B. Menurut Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi KPwBI Solo Bakti Artanta di Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/5/2019), penukaran uang di rest area tersebut akan dilayani bank melalui mobil kas keliling.

"Setiap hari ada tiga unit mobil kas keliling di rest area. Setiap mobil kas keliling dibatasi untuk 100 penukar," jelasnya.

Setiap orangnya akan dibatasi maksimal Rp4,4 juta. Sehingga total uang yang disediakan setiap harinya sekitar Rp1,3 miliar untuk tiga unit mobil khas keliling. Menurur Bakti, pihak bank tidak membatasi penukaran tetapi jumlah penukar setiap hari dibatasi 100 penukar. Hal ini dilakukan untuk pemerataan.

"Agar semua bisa mendapatkan," ujarnya.

Tahun ini KPwBI Solo menyiapkan sebanyak 150 titik penukaran uang baru. Yakni di bank-bank umum, BPR/BPRS, kantor pegadaian, kantor pos, serta di kantor pemkab. Selain itu juga membuka penukaran bersama di Benteng Vastenburg Kota Solo.

"Ada 98 bank umum, 30 BPR, delapan BPRS, 10 pegadaian dan empat PT Pos,"ujarnya lagi.

Tambahan lokasi penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran tersebut menurut Bakti karena permintaan masyarakat meningkat. KPwBI Solo menyiapkan estimasi kebutuhan uang (EKU) selama Lebaran mencapai Rp5,4 triliun. Atau naik dari tahun lalu sebesar Rp5 triliun. ***

Editor : Markon Piliang