logo

Gubernur Lemhanas Imbau Kaum Muda Tekuni Hal-Hal Positif, Tak Asal Turun Jalan

Gubernur Lemhanas Imbau Kaum Muda Tekuni Hal-Hal Positif, Tak Asal Turun Jalan

Aksi turun ke jalan '22 Mei memicu terjadinya anarkisme. (Youtube)
22 Mei 2019 22:16 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo mengingatkan kaum muda, khususnya para mahasiswa dan kaum milenial untuk tidak menyalahgunakan istilah people power untuk kepentingan politik kekuasaan.

"Kalau dibilang people power, masalahnya people yang mana?" kata Agus dalam acara diskusi bertajuk "Positive People with Positive Power, Bangkitkan Positif Anak Muda", di Jakarta, Selasa (21/5/2019) seperti dilansir Tribunnews.com. "Lebih baik positif people dan positif power," ujarnya.

Bila kemudian ingin memprotes hasil Pemilu 2019, kata Agus, sebaiknya dilakukan sesuai konstitusi. Salah satunya, dengan mengadukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia pun mengimbau para anak muda untuk tidak asal turun ke jalan dalam menyuarakan protes terhadap hasil pemilu. "Jadi, enggak perlulah turun ke jalan. Karena, negara ini bisa jadi anarkis," katanya.

Selain itu, menurutnya, sebagai peserta demokrasi yang baik, sebaiknya pasangan calon peserta pemilu tidak memaksakan kehendak kepada penyelenggara pemilu agar masyarakat tidak menjadi korban.

Agus pun mengajak para tokoh elite partai kembali ke hati nurani untuk menjaga persatuan masyarakat. "Atau kita rela melihat contoh-contoh yang sudah ada bahwa masyarakat kita terbelah dan bisa menjurus kepada perpecahan dalam masyarakat kita," ujarnya.

Khusus kepada generasi muda, Agus justru menghimbau  untuk mengusung gerakan positive power dan positive people. Lewat gerakan ini maka pemahaman akan kebutuhan masa depan akan diketahui. Bukan malah ikut-ikutan terjun pada hal-hal yang mereka belum pahami.

"Bahkan tidak elok kalau mereka yang tidak tahu apa-apa diikutkan ke dalam suatu proses. Takutnya, nanti akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses tersebut," katanya pula. ***

Editor : Pudja Rukmana