logo

Pastikan Kondisi Sopir Bus, DKK Dan BNNK Solo Lakukan Cek Kesehatan

Pastikan Kondisi Sopir Bus, DKK Dan BNNK Solo Lakukan Cek Kesehatan

Sopir bus di Terminal Tirtonadi Solo menjalani cek kesehatan
22 Mei 2019 22:56 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Menjelang arus Lebaran, sopir bus di Terminal Tirtonadi Kota Solo, Jawa Tengah menjalani tes kesehatan. Sejumlah sopir menjalani cek kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Solo, di Terminal Tirtonadi, Rabu (21/5/2019).

Menurut Koordinator Pemeriksaan Kesehatan yang juga Kasi Penyakit Tidak Menular DKK Solo, Sunaryo, cek kesehatan tersebut bertujuan memeriksa kondisi pengemudi bus.

"Cek narkoba, tensi, gula, alkohol. Kita cek faktor kesehatan mereka terutama sopir bus jarak jauh atau Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)," katanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, Sunaryo mengatakan sebagian besar masalah yang dialami sopir adalah hipertensi dan gula. Menurut Sunaryo hipertensi terjadi karena beberapa faktor diantaranya faktor perilaku, kelelahan dan kurang tidur serta kurang olahraga.

"Efek hipertensi adalah stroke, umumnya mereka tidak merasakan tensi 150 masih dianggap biasa. Tapi jika dibiarkan terus akan berbahaya,"jelasnya.

Sopir bus jarak jauh diminta istirahat setelah 2 hingga 3 jam membawa armadanya. Selama pemeriksaan kesehatan, tidak ditemukan sopir yang mengkonsumsi narkoba serta alkohol.

Setelah pemeriksaan, akan diberikan surat sertifikasi kelaikan jalan. Surat tersebut berisi apakah pengemudi layak atau tidak untuk membawa bus.

"Surat kita serahkan ke kepala terminal dan kepala terminal yang menentukan layak atau tidaknya," katanya lagi.

Ketua BNNK Solo, Kompol Edison Panjaitan menambahkan jika ada sopir yang diketahui mengkonsumsi narkoba akan langsung ditindaklanjuti.

"Narkoba bisa menyebabkan halusinasi makanya kita juga lakukan tes narkoba," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, mengatakan cek kesehatan kepada sopir bus akan dilakukan rutin. Jika ada temuan sopir yang mengalami sakit atau mengkonsumsi narkoba maka tidak akan diperbolehkan beroperasi. ***

Editor : Pudja Rukmana