logo

Buru Sembako Murah, Warga Depok Padati Markas Koramil Sukmajaya

Buru Sembako Murah, Warga Depok Padati Markas Koramil Sukmajaya

Danramil 03/Sukmajaya Kapten Inf. Suyono meninjau bazaar.Danramil 03/Sukmajaya Kapten Inf. Suyono meninjau bazaar.
22 Mei 2019 20:37 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Komoditi pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang putih, dan daging (ayam dan sapi) dipasarkan dengan harga lebih rendah dari harga pasar di bazaar selama tiga hari ini di Kota Depok, Jawa Barat. Bazaar digelar bergiliran sejak Senin (20/5/2019) hingga Rabu (22/5/2019) di Makodim 0508 Kota Depok, pelataran Koramil Sawangan, dan Koramil Sukmajaya.

Warga pun tidak menyia-nyiakan momentum untuk membeli semua kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Sebab, selisih harganya hingga Rp10 ribu dibanding harga di pasar. Selain itu, kualitas barangnya pun bagus.

Bazaar ini difasilitasi oleh Bank Indonesia cabang Jawa Barat yang menggandeng PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Bulog dan sejumlah instansi lainnya. “Tujuannya untuk menstabilkan ekonomi dan mengendalikan inflasi,” kata Popy Sofia, dari Bank Indonesia cabang Jawa Barat.

Di hari ketiga, yang merupakan hari terakhir, warga memadati bazaar di pelataran markas Koramil Sukmajaya. Danramil 03/Sukmajaya Kapten Inf. Suyono mengatakan, ketersediaan komoditas yang dijual dalam bazaar murah ini melimpah.

"Semua komoditas dijual lebih murah dari harga pasar. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya di bulan ramadhan sekaligus jelang lebaran," ujar Danramil.

Hingga hari ketiga, sekitar satu ton gula terjual. Seperti dikatakan Hendra, penjaga stan PT PPI, puluhan ribu liter minyak tanah, yang dikemas dalam kantong bervolume satu liter dan dua liter telah terjual. “Begitu pula beras yang dikemas dalam sak bervolume lima kilogram dan 10 kilogram terjual 200 hingga 400 sak,” ucapnya.

Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi, yang hadir di bazaar ini,  mengapresiasi kegiatan ini. Bazaar ini, ujarnya, dapat mencegah kenaikan inflasi di Kota Depok sekaligus membantu masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga murah.

Harga beras, tuturnya mencontohkan, jika dibandingkan dengan di pasar selisihnya berkisar antara Rp 10 ribu - Rp 15 ribu per lima kilogramnya.

" Dengan harga yang murah, masyarakat sangat antusias untuk membelinya," ucap Tito.***

Editor : Markon Piliang