logo

Serangan Aparat Ke Markas FPI, Tiga Meninggal Dunia

Serangan Aparat Ke Markas FPI, Tiga Meninggal Dunia

Gubernur DKI Anies Baswesdan meninjau korban demo di rumah sakit Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).
22 Mei 2019 11:17 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sedikitnya tiga orang tewas akibat serangan yang terjadi di markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) yang memicu kerusuhan di kawasan itu, terutama di Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat.

Informasi yang dihimpun Suarakarya.Id menyebutkan bahwa yang meninggal bernama Abdul Aziz, Farhan Syafero, dan seorang lagi yang belum indetifikasi namanya.

Sementara itu, kematian ketiga orang ini, berikut cuitan akun resmi FPI itu. "Telah syahid Laskar FPI Pandeglang Abdul Aziz, ditembak Brimob biadab di Markas FPI Petamburan. Ya Alah, tempatkanlah di surga firdaus-Mu dan binasakanlah pembunuhnya".

Kabar ini dicuitkan pada pukul 05:06 WIB. "Farhan Syafero, syahid ditembus peluru," dicuitkan pukul 06:12 WIB. "Selamat jalan mujahid," dicuitkan pada pukul 06:29 WIB.

Cuitan ini diiringi sematan video tentang sosok seorang pria yang sudah tak bernyawa, yang luka dan noda darah di wajahnya tengah dibersihkan.

Mulut pria itu menganga, dan dia berambut gondrong. Seperti diketahui, berdasarkan cuitan @Ormas_FPI dan warganet diketahui kalau pada Rabu dini hari tadi, sekitar pukul 02:30 WIB, markas FPI di Jalan Petamburan III diserang oleh sekelompok orang dari arah Kompleks Brimob. Serangan ini memicu kerusuhan di Jalan KS Tubun yang membuat sejumlah kendaraan, termasuk yang sedang diparkir di Kompleks Brimob, dibakar.

 "Markas FPI diserang dari kompleks Brimob. Mohon bantuan medis. Please. Yang tahu ambulan, mohon segera kirim ke Petamburan, Jakbar, di markas FPI (nggak tahu minta tolong siapa lagi, saya pun relawan dari luar Jakarta). Ya, Allah ... Berilah kami kekuatan," kata @areyousureforit.

Cuitan ini disertai sematan sebuah video yang diberi judul "Markaz FPI Diserang". Dalam video itu terlihat ketegangan, dimana masyarakat yang sebagian besar anak muda, turun ke jalan untuk menghadapi polisi.

Di antara mereka ada yang membawa bambu panjang. Terdengar suara tembakan berkali-kali. "Situasi terkini, jam setengah tiga, penyerangan dari ... Kompleks Brimob .... Mengarah ke wilayah Petamburan tiga ... Petamburan diserang! Petamburan diserang!" terdengar narasi dan teriakan-teriakan dalam video itu.

Gambar masyarakat bentrok lalu berganti dengan gambar dimana seorang pemuda terluka. Mulutnya di bagian kanan bersimbah darah. "Doakan kami. Kami diserang," kicau @Ormas_FPI.

"Saya curiga sedang dibuat skenario agar FPI bubar, yaitu dengan diserangnya markas FPI lalu gantian bakar-bakar markas Brimob. Saran saya, kosongkan markas FPI dan jangan jadi Posko.... Mereka sedang framing jahat FPI," kata salah seorang pengurus Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi (Pepes), Lisa Amarta Tara, melalui @LisaAmantaTara.

Dari tayangan TVOne terlihat, saat kerusuhan terjadi, suasana Jalan KS Tubun sangat mencekam. Sejumlah kendaraan, baik mobil dan motor, dikabarkan dibakar, namun berapa jumlahnya, belum diketahui persis.

Sebagian kendaraan yang dibakar berada di Kompleks Brimob, tak terlalu jauh dari markas FPI yang berada di Jalan Petamburan III.

Hingga berita ini ditayangkan, dari kabar yang disiarkan TVOne, suasana di Jalan KS Tubun telah terkendali, namun ketegangan merembet ke jalan lain di sekitar Tanah Abang, yakni di Jalan Fakhruddin. Terdengar beberapa kali tembakan, namun belum diketahui apa yang terjadi.

Editor : Yon Parjiyono