logo

Kemenaker Resmikan Pusat Layanan Terpadu Satu atap (PTSA)

Kemenaker Resmikan Pusat Layanan Terpadu Satu atap (PTSA)

Menaker M Hanif Dhakiri (kanan). (foto,ist)
20 Mei 2019 22:36 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pembentukan posko THR 2019, merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada para pekerja, yang sudah didirikan dari tahun ke tahun. Tidak hanya di pusat, posko-posko THR juga dibentuk di dinas-dinas tenaga kerja di tiap provinsi.

Demikian dijelaskan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, saat meresmikan Pos Komando (Posko) Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Pembayaran THR Tahun 2019, di Kantor Kemenaker, Jakarta, Senin (20/5/2019).

"Ini merupakan kegiatan yang hampir setiap tahun kita laksanakan sebagai salah satu bentuk fasilitasi dari pemerintah. Agar hak pekerja untuk mendapatkan THR itu benar-benar bisa dibayarkan sesuai ketentuan yang ada," tutur dia.

Dia menjelaskan, posko ini akan memberikan pelayanan konsultasi pembayaran THR dan selanjutnya menindaklanjutinya atas pengaduan keterlambatan pembayaran THR, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan perundang-undangan.

"Nanti di sana (posko THR) akan menerima aduan terkait pembayaran THR, baik itu keterlambatan, tidak dilaksanakannya pembayaran atau karena faktor-faktor yang lain. Nantinya, aduan dari para pekerja akan ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku," jelas Menaker.

Dia juga minta agar Pemda segera menindaklanjuti posko THR ini di dinas-dinas tenaga kerja di provinsi/kabupaten. Sehingga, persoalan-persoalan pembayaran THR yang ada di daerah bisa mendapatkan fasilitasi sesegera mungkin.

Apabila perusahaan terlambat membayarkan THR kepada buruh/pekerja, ungkapnya, maka sesuai peraturan akan dikenakan denda 5 persen. Perusahaan yang tidak membayarkan THR juga akan dijatuhkan sanksi administratif, berupa teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha.

"Untuk itu, diperlukan peran pengawas ketenagakerjaan dalam pelaksanaan pembayaran THR di perusahaan," ujarnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, data tahun-tahun sebelumnya terdapat trend penurunan, baik dari pekerja/buruh yang melakukan pelayanan konsultasi maupun yang melakukan pengaduan pembayaran THR. Jumlah pekerja/buruh yang melakukan konsultasi pada tahun 2017 sebanyak 2.390 orang, tahun 2018 menjadi 606 orang.

Sedangkan untuk pengaduan THR tahun 2018 sebanyak 318, menurun 25 persen dari tahun 2017 yaitu 412 yang telah ditindaklanjuti di 10 provinsi. Layanan Posko THR 2019 ini, dibuka mulai 20 Mei hingga 10 Juni 2018, setiap hari kerja jam 08.00-15.30 dan hari libur jam 09.00-15.30 wib.

Bagi masyarakat yang ingin mengadu bisa juga menghubungi Telepon : 021 526 0488; Whatsapp : 0812 1257 6261 (pelayanan konsultasi); 0813 1038 0973 (penegakan konsultasi) dan email : poskothr@kmnaker.go.id serta @link aduan : http.bit.ly/pengaduanTHR.

Editor : Gungde Ariwangsa SH