logo

Polisi Periksa Penyelenggara Tour Jihad Ke Jakarta

Polisi Periksa Penyelenggara Tour Jihad Ke Jakarta

Dua orang penyelenggara Tour Jihad saat meminta maaf di Mapolda Jatim.
20 Mei 2019 06:15 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Polda Jatim mengamankan 4 orang panitia penggagas 'Tour Jihad Ke Jakarta' yang menghebohkan media sosial. Unggahan berisi ajakan ke Jakarta menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU, Rabu (22/5/2019) itu dinilai meresahkan.

Menurut Kapolda Jatim, Irjen pol Luki Hermawan, keempat penyelenggara berinisial A, R, C, dan F yang masih berstatus saksi itu memiliki peran berbeda-beda. "Ada yang yang bertugas sebagai bendahara, ada yang membuat akun, koordinator, dan ada yang bagian menyuruh-nyuruh," ujarnya, Minggu (19/5/2019).

Hingga saat ini, pihak penyelenggara tour itu telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf ke Polda Jatim. Meski demikian, mereka harus tetap menjalani pemeriksaan.

Polisi menduga paket tour itu bertujuan memobilisasi masyarakat Jatim untuk menyampaikan protes terkait Pemilu 2019, Rabu (22/5/2019) mendatang. Polda Jatim yang melakukan langkah preventif, akhirnya mendapatkan identitas dan alamat pihak-pihak yang menyelenggarakan event tersebut.

Tapi ternyata dua penggagas acara tersebut, lebih dulu mendatangi polisi dan meminta maaf di Mapolda Jatim. "Tapi proses hukum tetap berjalan. Kami akan periksa, apa maksudnya," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, even yang mereka gelar itu menarik perhatian 44 orang. Tapi dari jumlah yang mendaftar tersebut, baru sekitar 36 orang saja yang sudah melakukan pembayaran.

Menurut penggagas even tersebut, R, Tour Jihad itu sendiri sudah dinyatakan batal karena sepi peminat. "Melihat kondisi yang begitu memanas dan yang mendaftar hanya minim, tour kami bubarkan dan tidak ada kita keberangkatan ke Jakarta," ujar R.

Pihaknya mengklaim, tour itu hanya bertujuan untuk tamasya ke Jakarta. Sementara kata Jihad yang dia pakai dimaksudkan  bukan untuk berperang.

Dalam perjalanan Tour Jihad yang direncanakan berangkat pada Minggu (19/5) dan pulang ke Surabaya pada Kamis (23/5) itu, pihaknya menyediakan beberapa jenis paket. Pertama, bus besar isi 50 orang dengan biaya Rp450 ribu. Kedua, paket bus mini isi 30 orang seharga Rp400 ribu.

Paket ketiga yakni mobil Elf berisi 12 orang dengan harga Rp600 ribu. Paket keempat yaitu mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Suzuki Ertiga berisi 6 orang dengan biaya Rp600 ribu.

Kapolda berharap masyarakat Jatim agar tak mudah terprovokasi ajakan ke Jakarta menjelang pengumuman KPU. Pihaknya mempersilakan masyarakat untuk berkegiatan di Surabaya saja.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto