logo

Koalisi Indonesia Adil Makmur Unggul, Dewan Tetap Bersikap Kritis Terhadap Kebijakan Gubernur Anies

Koalisi  Indonesia Adil Makmur Unggul,  Dewan Tetap Bersikap Kritis Terhadap Kebijakan Gubernur Anies

Ketua Koalisi Indonesia Adil Makmur, M Taufik
19 Mei 2019 23:40 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Koalisi Indonesia Adil Makmur DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menegaskan, hasil pemilu legislatif (Pileg) 2019 meraih 54 kursi DPRD, patut disyukuri.

Namun Koalisi Indonesia Adil Makmur yang terdiri dari Partai Gerindra, PKS, PAN, Demokrat berkomitmen untuk bekerja profesional, dan tidak segan-segan mengkritisi kebijakan-kebijakan Pemprov DKI yang tidak pro rakyat.

"Kami, Koalisi Indonesia Adil Makmur unggul, metaih 54 kursi di DPRD DKI, lawan kita meraih 52 kursi. Sebagai pemenang, kami tetap akan bersikap kritis terhadap semua kebijakan Gubernur Anies," ujar M Taufik di depan para anggota DPRD, caleg DPRD DKI, LSM, dan wartawan dalam acara buka bersama di rumah pribadinya kawasan Gonceng, Pondok Rangon, Jakarta Timur, Minggu (19/5/2019).

Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD DKI ini menambahkan, ke depan APBN DKI ditargetkan mencapai Rp100 triliun, DPRD yang memiliki fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan memiliki tugas yangntidak ringan.

"Semua harus bersikap kritis terhadap kebijakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Jakarta. Koalisi Indonesia Adil Dan Makmur akan terus bersikap aktif dan kritis," ujarnya.

Taufik minta kepada para aktifis dan Ketua LSM Jakarta akan terus aktif menyuarakan kepentingan masyarakat luas.

"Pasca kebijakan pemerintah memindahkan ibu kota dan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan, menurut survei tidak akan membuat masalah kerumitan Jakarta," katanya. Dari asfek kemacetan, pemindahan Ibu Kota hanya mengurangi kurangvdari 10 kemacetan Jakarta.

"Hanya 10 persen, mobil-mobil plat merah yang akan terkurang," ucap M Taufik. "Nah di sini peran LSM Jakarta harus terus menyuarakan kepentingan masyarakat pasca pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan," kata M Taufik.

Editor : Yon Parjiyono