logo

Maruf Amin: Tugas Setiap Umat Usai Pemilu, Satukan Bangsa Dan Negara

Maruf Amin: Tugas Setiap Umat Usai Pemilu, Satukan Bangsa Dan Negara

Foto: Istimewa
19 Mei 2019 21:41 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Calon wakil presiden Ma'ruf Amin mengatakan tugas utama setiap pihak warga bangsa usai Pemilu 2019 adalah menjaga dan melindungi umat, bangsa dan negara.

"Tugas kita menurut saya hari ini masih pada upaya untuk menjaga dan melindungi umat, dan juga menjaga bangsa dan negara," ujar Ma'ruf di Twin Plaza Slipi, Jalan S Parman Utara, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2019) seperti dikutip dari Detik.com.

Ma'ruf menyebut menyatukan bangsa dan negara adalah tanggung jawab setiap umat. Selain menjaga persatuan, tugas umat selanjutnya adalah menjaga agar terhindar dari akidah yang menyimpang. 

"Ini merupakan perwujudan dari tanggung jawab keumatan dan kebangsaan. Merupakan menjaga umat ini, menjaga daripada terutama tentu dari akidah yang menyimpang," kata Ma'ruf pula saat memberikan tausiah kebangsaan pada acara buka puasa bersama Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) itu.

Dia menilai saat ini banyak penyimpangan akidah. Salah satu contohnya adalah aliran sesat yang muncul. "Sudah banyak akidah yang menyimpang, pemahaman dan kepercayaan yang muncul berbagai aliran sesat," tutur Ma'ruf. 

Utamakan Kepentingan Bangsa dan Negara

Dilansir Tribunnews.com, sebelumnya calon wakil presiden nomor urut 01, Maruf Amin mengatakan keamanan dan kepentingan negara lebih penting daripada kepentingan sekelompok orang. Ia pun berharap tidak ada gerakan massa menjelang pengumuman hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu (22/5/2019).

Dilansir Tribunews. com, Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya menjaga negara dan keutuhan bangsa, menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak untuk berfikir jernih untuk lebih mengutamakan kepentingan bangsa

"Bahwa menjaga negara dan bangsa harus lebih kita utamakan. (Harus lebih) kita dahulukan daripada kepentingan-kepentingan kelompok dan kepentingan sesaat," ucap Maruf Amin usai menghadiri acara buka puasa bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Maruf pun mengingatkan kepada pihak-pihak yang tidak menerima hasil pemilu agar bisa menempuh jalur konsitusional seperti melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita tunggu pengumuman dari KPU, menunggu apakah ada gugatan, baik melalui Bawaslu atau melalui MK," kata Ma'ruf. "Sesudah penetapan oleh KPU tentu kita akan lakukan langkah-langkah yang semestinya," ujarnya pula.
im
Lebih jauh Amin Ma'ruf juga meminta kepada elite partai politik agar bisa menahan diri untuk mengikuti aturan main yang sudah disepakati melalui pemilu damai 2019. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga agar tak terjadi gejolak di lapisan masyarakat.

"Kepada para tokoh, tokoh agama maupun negarawan, kita ajak supaya kita bersama-sama mengawal ini dan meredam supaya tidak terjadi gejolak di masyarakat," ujar Maruf pula. ***

Editor : Pudja Rukmana