logo

Mantan agen CIA Kevin Mallory Dipenjara Karena Jual Rahasi Militer Ke China

Mantan agen CIA Kevin Mallory Dipenjara Karena Jual Rahasi Militer Ke China

Kevin Mallory, 62, dihukum berdasarkan Undang-Undang Spionase
18 Mei 2019 21:08 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - VIRGINIA: Mantan perwira CIA  dipenjara selama 20 tahun karena mengungkapkan rahasia militer kepada seorang agen China. Menurut Departemen kehakiman Amerika Serikat, Kevin Mallory, 62, dinyatakan bersalah atas beberapa pelanggaran mata-mata setelah persidangan dua minggu Juni lalu.

Pembicara Mandarin yang fasih dari Leesburg, Virginia, memegang izin keamanan tingkat atas dan memiliki akses ke dokumen-dokumen sensitif. Dia dihukum karena menjual rahasia ke China sebesar  25.000 dolar AS.

Bukti di persidangan termasuk video pengawasan yang menunjukkan dia memindai dokumen rahasia ke kartu memori digital di kantor pos. "Dia juga melakukan perjalanan ke Shanghai untuk bertemu dengan agen China pada bulan Maret dan April 2017," kata departemen kehakiman.

"Mallory tidak hanya menempatkan negara kita dalam risiko besar, tetapi dia membahayakan nyawa [orang] yang membahayakan keselamatan mereka sendiri untuk pertahanan nasional kita," kata pengacara AS Zachary Terwilliger dalam sebuah pernyataan.

"Kasus ini harus mengirim pesan kepada siapa pun yang mempertimbangkan melanggar kepercayaan publik dan membahayakan keamanan nasional kita," tambahnya. "Kami akan tetap tabah dan mantap dalam mengejar kasus-kasus keamanan nasional yang menantang tetapi kritis ini."

Departemen Kehakiman mengatakan Mallory mengadakan sejumlah pekerjaan sensitif dengan lembaga pemerintah.

Dia telah bekerja sebagai petugas kasus rahasia untuk CIA dan sebagai petugas intelijen untuk Badan Intelijen Pertahanan (DIA).

"Kasus ini adalah salah satu tren yang mengkhawatirkan tentang mantan perwira intelijen AS yang menjadi sasaran China dan mengkhianati negara dan rekan-rekan mereka," kata Asisten Jaksa Agung John Demers setelah hukuman tersebut.

Awal bulan ini, mantan agen CIA Jerry Chun Shing Lee mengaku bersalah menjadi mata-mata China. Jaksa mengatakan warga negara AS yang dinaturalisasi itu dibayar untuk membocorkan informasi tentang aset rahasia AS.

Dan Juni lalu, mantan perwira intelijen AS Ron Rockwell Hansen juga dituduh berusaha memberi informasi ke China. Dia berusaha menyampaikan informasi dan menerima setidaknya  800.000 dolar AS untuk bertindak sebagai agen China, kata departemen kehakiman pada saat itu. ***