logo

Dana Desa Memicu Ekonomi Desa, Agar Masyarakat Rasakan Manfaatnya

Dana Desa Memicu Ekonomi Desa, Agar Masyarakat Rasakan Manfaatnya

Presiden RI Joko Widodo (kiri) didampingi Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (kanan). (foto,is)
17 Mei 2019 22:40 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BALI: Presiden RI, Joko Widodo meninjau pengembangan lapangan sepakbola di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (17/5/2019). Lapangan sepakbola yang dibangun dari dana desa ini, akan menjadi sentra wisata olahraga (sport tourism) Desa Kutuh.

"Di desa Kutuh ini konsepnya sport tourism. Misalnya menyewakan lapangan sepakbola untuk latihan, kompetisi internasional. Paralayang ini saja setahun bisa hasilkan Rp800 juta. Luar biasa kan," tutur Presiden.

Menurut dia, Desa Kutuh adalah contoh desa yang berhasil memanfaatkan dana desa, untuk mengembangkan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat desa. Karenanya, disarankannya, desa-desa lain yang memiliki karakter serupa dengan Desa Kutuh dapat menduplikat konsep yang telah dikembangkan desa ini.

"Dana desa ini bisa men-trigger (memicu) ekonomi yang ada di desa. Sehingga, masyarakat merasakan manfaatnya," ujarnya. Ini, lanjutnya, bisa dikopi di tempat lain yang memiliki kemiripan.

Bisa di Sumatera, Jawa, Kalimantan, terkait model, keberhasilan sebuah manajemen pengelolaan dana desa untuk kemanfaatan masyarakat. "Ini (Desa Kutuh) merupakan salah satu desa yang berhasil betul memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya," ujarnya.

Terkait pengembangan ekonomi desa, Presiden minta desa agar tidak terjebak dengan era revolusi 4.0. Dia minta desa fokus menggali segmen-segmen ekonomi yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

Di bagian ain, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, lapangan sepakbola yang dibangun di area wisata Gunung Payung Desa Kutuh ini, akan digunakan untuk even Badung International Football Championship (Badung-IFC).

Pertandingan ini akan melibatkan 100 tim dan 2.500 pemain/official dari 13 negara yakni Indonesia, Jepang, Korea, Australia, China, Uzbekistan, Phillipine, Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, Bangladesh, serta Senegal.

Editor : B Sadono Priyo