logo

BUMDes Bersama Mampu Tingkatkan Pengembangan Ekonomi Dalam Skala Besar

BUMDes Bersama Mampu Tingkatkan Pengembangan Ekonomi Dalam Skala Besar

Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini. (foto, ist)
17 Mei 2019 21:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BANDUNG: Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  yang ada di desa-desa,  untuk segera melakukan kolaborasi atau kerja sama antar BUMDes di sekitarnya. Jadi, kalau BUMDes di sekitar itu bergabung menjadi satu atau membentuk BUMDes Bersama, akan terlihat skala ekonomi yang lebih besar atau lebih tinggi lagi.

Demikian dikatakan, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini, ketika mewakili Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) dan Pengukuhan CEO BUMDes di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Rabu (15/5/2019).

Pada kesempatan itu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyarankan kepada seluruh BUMDes di Jawa Barat, untuk saling bekerja sama dalam meningkatkan perekonomian yang lebih besar lagi.

Menurut Harlina, di Jawa Barat telah dikukuhkan ribuan CEO BUMDes, yang berasal dari para pendamping desa yang tujuannya untuk mengembangkan BUMDes berbasis karakteristik dan kebutuhan. Sehingga, dengan keberadaan CEO BUMDes ini diharapkan BUMDes-BUMDes bisa memiliki berbagai inovasi, yang berdampak pada meningkatnya ekonomi desa secara berkelanjutan.

"Banyak BUMDes yang terbentuk dan ada CEO yang sudah dikukuhkan untuk mengawal BUMDes tersebut. Jadi saya berharap BUMDes dapat berkolaborasi. Agar dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," tuturnya.

Sehingga, memiliki nilai tawar yang lebih tinggi dan tentu akan bisa melakukan kerja sama dengan sejumlah offtaker atau perusahaan.

Lebih lanjut, disampaikannya, terkait penggunaan dana desa untuk tahun 2019, dianjurkan diarahkan untuk program inovasi desa. Tujuannya untuk membuat inkubasi, agar masyarakat desa membuat inovasi-inovasi dalam penggunaan dana desa, untuk peningkatan SDM dan ekonomi yang sesuai dengan potensi masing-masing.

"Dengan hampir tercukupinya infrastruktur dasar di banyak desa, maka prioritas penggunaan dana desa perlu mulai diarahkan untuk Program Inovasi Desa di 434 kabupaten di seluruh Indonesia," tuturnya.

Hasil dari inovasi tersebut, lanjutnya, didokumentasikan baik dalam bentuk dokumen tertulis, maupun video. Agar bisa diikuti dan dikembangkan oleh masyarakat dari desa lain di Indonesia.

Editor : Azhari Nasution