logo

BNP2TKI Bantu Pemulangan 82 PMI Bermasalah Dari Malaysia

BNP2TKI Bantu Pemulangan 82 PMI Bermasalah Dari Malaysia

Suasana di HelpDesk BBP2TKI, Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten. (foto, ist)
17 Mei 2019 03:23 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - TANGERANG: BNP2TKI, Satuan tugas (Satgas) Citizen Service Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memulangkan 82 orang Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) tidak berdokumen dari Depot Tahanan Imigrasi Machap Umbo Malaysia.

Para PMI-B tersebut tiba di Help Desk BNP2TKI Terminal 3 Bandara Soekarno–Hatta Tanggerang Banten, Rabu (15/5/2019).

Pada kesempatan itu, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Serang, Bajongga Aprianto menjelaskan, ke 82 orang PMI-B tersebut dipulangkan dalam dua kelompok penerbangan. Kelompok penerbangan pertama berjumlah 38 orang PMI-B dan 2 anak-anak dengan GA 821 ETD KUL dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 14.00 WIB.

Sedangkan kelompok kedua sebanyak 42 orang PMI-B dengan Citilink QG529 ETD KUL tiba pukul 16.40 WIB. "Dari 82 orang PMI-B yang dipulangkan satu orang PMI-B asal Lampung dalam kondisi sakit dan akan dirujuk ke Rumah Sakit POLRI," ujarnya.

Umumnya PMI-B tersebut dipulangkan dari Malaysia karena tidak memiliki dokumen resmi sebagai tenaga kerja. Bajonga menyebutkan, dengan adanya, HelpDesk di Terminal 3 Bandara Soetta dapat membantu mengatasi PMI yang pulang melalui terminal 3 yang memiliki masalah.

Helpdesk ini baru beroperasi sebulan (terhitung sejak April 2019) dan telah melayani pemulangan sebanyak 300-an PMI-B. Helpdesk ini sendiri akan difungsikan sebagai ruang pengaduan PMI yang bermasalah seperti PMI sakit, gaji tak dibayar, dan sebagainya.

Atas upaya ini, Ina PMI asal Flores Timur, NTT mengucapkan terimakasih kepada pemerintah, khususnya BNP2TKI yang telah membantu memulangkan sampai daerah, Dia juga menghimbau kepada teman-teman PMI jadilah PMI yang prosedural. "Jangan seperti saya bekerja di Malaysia tanpa dokumen," ujarnya.

Editor : Pudja Rukmana