logo

Potensi Desa Tertinggal Cukup Besar Untuk Menjadi Destinasi Wisata

Potensi Desa Tertinggal Cukup Besar Untuk Menjadi Destinasi Wisata

Para peserta workshop. (foto, ist)
17 Mei 2019 01:16 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - LOMBOK, NTB: Potensi desa-desa di daerah tertinggal cukup besar, baik pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, termasuk pada sektor pariwisata.

Hal tersrbut dikemukakan Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemendes PDTT Samsul Widodo, dalam Workshop Pengembangan Destinasi Pariwisata di Lombok, NTB, Rabu (15/5/2019).

Disebutkannya, berdasarkan data Potensi Desa 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 3.576 objek wisata di Daerah Tertinggal atau sekitar 19,35 persen dari total objek wisata perdesaan di Indonesia. "Destinasi-destinasi yang terdiri dari destinasi alam, budaya, minat khusus, dan buatan ini siap berpotensi besar untuk dikembangkan," kata dia.

Dia menjelaskan, upaya percepatan pembangunan pariwisata di daerah tertinggal perlu dilakukan secara inovatif. Saat ini, perkembangan digital di Indonesia menjadi salah satu yang tercepat dan berangsur-angsur masuk dalam semua lini kehidupan.

Apalagi, penetrasi digital di Indonesia juga telah memasuki wilayah perdesaan, termasuk yang berstatus daerah tertinggal.

Dalam workshop yang dihadiri oleh jajaran perangkat daerah Pemprov NTB terkait. Para penggiat pariwisata berdiskusi mengenai pengembangan pariwisata di daerah tertinggal secara digital.

"Tahun 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menjanjikan bahwa seluruh desa di pelosok Indonesia sudah akan menikmati jaringan internet. Hal ini perlu dimanfaatkan termasuk dalam pengembangan pariwisata di daerah tertinggal," tutur Samsul.

Lebih lanjut, dikemukakannya, platform digital pada sektor pariwisata dapat dimanfaatkan, untuk promosi destinasi pariwisata di daerah tertinggal dengan cakupan yang lebih luas. Sehingga, dapat menjangkau wisatawan global yang terus meningkat.

"Dengan berkolaborasi bersama para pegiat startup pariwisata, promosi pariwisata di daerah tertinggal dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dan efisien," tuturnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH