logo

Lagi, Emak-emak Grudug Bawaslu Desak Jokowi-Ma’ruf Didiskualifikasi

Lagi, Emak-emak Grudug Bawaslu Desak Jokowi-Ma’ruf Didiskualifikasi

16 Mei 2019 23:08 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - PALEMBANG: Emak-emak terus bergerak dalam mengawal pemilihan presiden yang jujur dan adil sehingga bebas dari kecurangan. Dengan bersemangat mereka terus menuntut agar pasangan calon 01 Jokowi–Ma’ruf Amin didiskualifikasi.

Kali ini ratusan emak-emak melakukan aksi demo di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan. Tanpa rasa khawatir, apalagi takut, mereka menuntut pasangan calon 01 Jokowi–Ma’ruf Amin didiskualifikasi.

“Kami menemukan indikasi kecurangan bahkan kami telah mengantongi sejumlah barang bukti dan telah kami laporkan ke Bawaslu untuk ditindaklanjuti,” kata Koordinator Aksi, Dina Tanjung saat ditemui di Bawaslu Sumsel, Kamis (17/5/2019).

Dia, seperti dilansir jogjainside.com, mengaku tidak mempermasalahkan jika pasangan calon 02, Prabowo – Sandiaga harus kalah. Namun, pihaknya tidak menerima jika Pemilu harus dinodai dengan indikasi kecurangan yang terstruktur, masif dan brutal.

Salah satunya yakni ketidakcocokan input form C1 di sejumlah TPS Palembang. Karena itu, pihaknya meminta Bawaslu jangan hanya diam atas kecurangan yang jelas terlihat ini. “Kami minta agar paslon 01 didiskualifikasi atas indikasi kecurangan ini,” katanya.

Aksi ini digelar untuk memperjuangkan kehidupan bangsa. Karena, sebaga kaum ibu, pihaknya memikirkan nasib anak cucu mereka nanti. Indikasi kecurangan ini juga terjadi pada tahun 2014 yang lalu. Sedangkan untuk tahun ini kecurangan pun semakin luar biasa.

“Ada dugaan penggelembungan suara dari mulai ratusan suara hingga ribuan suara. Ini nyata,” ujarnya.

Menanggapi aksi tersebut, Komisioner Bawaslu Sumsel, Yenli Elmanoferi mengatakan telah menerima laporan dugaan kecurangan pemilu tersebut. Karena itu, pihaknya akan segera memanggil Bawaslu Palembang untuk membahas laporan serta rekomendasi yang akan diberikan.

“Kami akan koordinasikan dahulu dengan bukti pendukung sehingga dapat melakukan kajian apakah akan dikoreksi. Jika memang ada kecurangan maka akan kami laporkan ke Bawaslu RI,” tuturnya. ***