logo

Sidang Wakil Tuhan Penerima Suap Terkait Perkara Yang Ditangani

Sidang Wakil Tuhan Penerima Suap Terkait Perkara Yang Ditangani

wakil Tuhan saat mau menghadiri persidangan kasusnya
16 Mei 2019 19:32 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Terdakwa Arif Irawan,  pemberi suap kepada wakil Tuhan di muka bumi atau  hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan,  mengaku telah memberikan uang ke panitera PN Jakarta Timur, Ramadhan, guna pengurusan perkara perdata. Uang suap itu diberikan Arif atas kesepakatan Ramadhan dengan Martin Silitonga, Direktur PT Citra Lampia Mandiri (CLM).

Hal itu terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta saat Arif menjelaskan bahwa kliennya, Martin, sudah menyiapkan uang suap sebesar Rp500 juta untuk hakim yang menangani sengketa perdata perusahaannya melawan PT Asia Pacific Resources (APR).

Tergugat PT APR mengajukan nota keberatan atau eksepsi dalam persengketaan itu sehingga majelis hakim membuat putusan sela. Menurut Ramadhan, kata Arif, majelis hakim meminta uang tambahan Rp 200 juta untuk putusan sela tersebut.

"Karena pihak tergugat ajukan eksepsi, maka ada permintaan tambahan Rp 200 juta," kata Arif menirukan kata-kata Ramadhan.

Permintaan itu diteruskan ke Martin selaku penggugat. Hingga pada 31 Juli 2018, Martin mentransfer Rp 200 juta ke rekening milik Arif dan  langsung menarik tunai Rp 175 juta dari bagian Rp 200 juta tersebut.

Penarikan itu diakui Arif atas arahan Ramadhan dengan alasan untuk mengganti uang operasional selama ini. "Saya kan sudah dikasih bagian kamu ambil Rp 20 (juta) saja nanti kasih ke saya Rp 180 (juta)," ungkap Arif.

Dua hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan yaitu R Iswahyu Widodo dan Irwan didakwa menerima sejumlah uang Rp150 juta dan 47 ribu dolar Singapura (senilai total Rp680 juta) dari pengusaha Martin P Silitonga. Penerimaan suap itu diduga untuk mempengaruhi putusan perkara perdata mengenai gugatan pembatalan perjanjian akusis antara CV Citra Lampia Mandiri (CLM) dan PT Asia Pacific Mining Resources (APMR).

Panitera pengganti Muhammad Ramadhan PN Jakarta Timur yang lama bertugas di PN Jakarta Selatan sehingga memiliki jaringan luas dan dapat berhubungan dengan majelis hakim yang bertugas di PN Jakarta Selatan termasuk terdakwa R Iswahyu Widodo dan Irwan.

Iswahyu Widodo, Irwan serta Achmad Guntur menjadi majelis hakim yang menangani perkara perdata No 262/Pdt.G/2018 PN JKT.SEL dengan penggugat pemilik PT CLM Isrullah Achmad dan direktur PT CLM Martin P Silitonga dengan pengacaranya Arif Setiawan melawan tergugat PT APMR, dirut PT CLM Thomas Azali dan notaris Suzanti Lukman.

Majelis hakim menhyatakan bersedia membantu dengan syarat disiapkan uang Rp200 juta untuk putusan sela dengan peruntukan Rp150 juta untuk majelis hakim, Rp10 juta untuk panitera dan Rp40 juta dibadi dua untuk Ramadhan dan Arif Fitrawan, sedangkan putusan akhir disiapkan uang Rp500 juta. Uang diserahkan secara bertahap yaitu pada 31 Juli 2018 diserahkan Arif Fitrawan senilai Rp200 juta kepada M Ramadhan di parkiran masjid STPDN Cilandak Ampera Jakarta Selatan. Selanjutnya Ramadhan menemui Irwan di parkiran Kemang Medical Center lalu menyerahkan uang sebesar Rp150 juta kepada Irwan.

Irwan mengajak Iswahyu Widodo makan malam dan Iswahyu Widodo meminta Irwan mengambil sebesar Rp40 juta dan sisanya untuk dirinya. Jelang putusan akhir November 2018, Arif Fitrawan menemui Ramadhan di Warkop Pua' Kale untuk menyampaikan Rp500 juta bagi hakim sudah ada dan ada uang "entertain" untuk Ramadhan. Ramadhan meminta uang itu ditransfer ke rekening atas nama pegawai honorer PN Jakarta Timur Mohammad Andi sehingga Arif langsung mentransfer Rp10 juta ke rekening tersebut. Martin Silitonga juga mentransfer uang Rp20 juta ke rekening Arif pada 23 November 2018.

Editor : Azhari Nasution