logo

Jaksa Banding Atas Vonis Hakim Terhadap Terdakwa Penyerang Rumah Wartawan

Jaksa Banding Atas Vonis Hakim Terhadap Terdakwa Penyerang Rumah Wartawan

terdakwa Soeseno Halim
16 Mei 2019 19:23 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anthon Haliman langsung menyatakan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pimpinan Indri Murtini SH MH terhadap terdakwa penyerangan rumah dan penganiayaan anak wartawan Herman Yusuf.

Pasalnya, vonis majelis hakim yang sempat  ditunda pembacaannya hanya untuk melihat video kejadian itu jauh diturunkan dari tuntutan JPU Anthon Haliman selama 10 bulan penjara menjadi hanya empat bulan penjara saja.

“Kami mengajukan banding atas putusan ini,” ujar JPU Anthon Haliman menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Indri Murtini SH MH mengenai  sikap JPU atas vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa Soeseno Halim di PN Jakarta Utara, Kamis (16/5/2019).

JPU Anthon menyebutkan, putusan majelis hakim tersebut agak membingungkannya. Dakwaan pertamanya pasal 170 KUHP dinyatakan terbukti pula secara sah dan meyakinkan dilanggar terdakwa Soeseno Halim sebagaimana dinyatakan dalam requisitor.

 Namun dalam menjatuhkan hukuman majelis hakim berbeda “rasa” dengan jaksa. Kalau jaksa dalam perbuatan terdakwa itu menuntut 10 bulan penjara dari tujuh tahun penjara ancaman maksimal pasal tersebut.  Sedangkan majelis hakim untuk perbuatan yang sama  terbukti dilakukan terdakwa Soeseno Halim cukup diganjar hanya empat bulan saja.

Sebaliknya dengan terdakwa Soeseno maupun penasihat hukumnya, menerima sepenuhnya putusan majelis hakim sehingga langsung menandatanganinya di dalam persidangan. “Kami menerima vonis majelis hakim,” kata salah satu pembela Soeseno Halim setelah berkonsultasi dengan kliennya.

Saksi korban wartawan Herman Yusuf enggan mengomentari putusan majelis hakim yang menurutnya jauh sekali turun dari prediksinya. “Yang penting jaksanya sudah menyatakan banding,” katanya. Wartawan hukum itu berharap pada tingkat banding atau di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta hukuman terdakwa penyerang rumah dan penganiaya anaknya tersebut dihukum lebih berat lagi atau sama dengan tuntutan jaksa Anthon Haliman.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyebutkan, terdakwa Soeseno Halim terbukti secara sah dan meyakinkan menyuruh sekelompok preman untuk mengusir keluarga wartawan Herman Yusuf dari rumah yang didiami keluarganya.

Untuk tujuan itu, terdakwa Soeseno Halim memberikan kuasa pengosongan dan pengusiran terhadap sekelompok preman yang dikordinir E. Imbalannya, Soeseno Halim menyiapkan uang Rp 55 juta yang terdiri  Rp5 juta sebagai operasional dan Rp50 juta sebagai upah/imbalan dari pengosongan dengan cara penyerangan dan penganiayaan itu.

“Terdakwa terbukti menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya,” tutur majelis hakim. Untuk pengosongan hunian atau rumah yang dipersengketakan secara perdata di pengadilan, disebutkan majelis hakim, melalui pengadilan pula. “Pengadilan yang berhak mengeksekusi rumah yang sudah jelas kepemilikannya lewat penetapan pengadilan,” katanya.

Editor : Azhari Nasution