logo

Elly Farida Bukukan Kisah Hidupnya Jadi Istri Wali Kota Depok

Elly Farida Bukukan Kisah Hidupnya Jadi Istri Wali Kota Depok

Wali Kota Depok Mohammad Idris dan istrinya, Elly Farida.
16 Mei 2019 18:36 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - DEPOK: Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Depok Hj. Elly Farida, yang juga isteri Wali Kota Depok Mohammad Idris, berbagi pengalaman dalam mewujudkan ketahanan keluarga dalam buku berjudul “Catatan Harian Bunda Elly”.

Buku yang ditulisnya sendiri, selama mendampingi sang suami sebagai Wali Kota Depok, diluncurkan pada Kamis (16/5/2019), di rumahnya Jalam Ar Ridho, Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Wali Kota Depok Mohammad Idris hadir di acara yang dipadati para ibu PKK dan ibu-ibu PNS di lingkungan Pemerintah Kota Depok.

Acara peluncuran diawali kisah suka dan duka pasangan Mohammad Idris dan Elly Farida, yang disampaikan langsung oleh keduanya. Pasangan ini dikaruniai enam anak, Di antara mereka sudah ada yang berkeluarga, sehingga pasangan ini juga telah dikaruniai dua cucu.

Bertema Ramadhan In Love, di acara yang bertepatan dengan ulang tahun ke-54 Elly Farida juga menyajikan pembacaan puisi oleh Wali Kota dan isterinya.

Pada mata acara berikutnya buku setebal 98 halaman didiskusikan. Tampil dua pembicara dalam sesi bedah buku ini, masing-masing pakar pendidikan DR Yessy Yanita Sari M.Pd, dan penyunting buku tersebut Arief Muhajir.

Diskusi diawali dengan mengutip Menteri Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, yang menulis kata pengantar nuku ini, “Sebagai istri Wali Kota periode 2016-2021, Bunda Elly Farida telah memberi teladan kepada masyarakat dengan pendekatan cinta dan kekeluargaan yang sangat indah untuk membentuk keluarga harmonis yang di dalamnya ada peran  perempuan yang sangat diperlukan,” tutur Yessy mengutip Menteri Yohana,

Dalam pengantarnya juga dikemukakan bahwa ketika perempuan sudah menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga dengan baik, tentu sebuah keluarga akan merasakan kedamaian yang merasuk ke relung hati. Setelah keluarga, perempuan bisa berperan dalam skala yang lebih luas di masyarakat. Negara yang kuat tentu harus ditopang oleh kaluarga yang kuat pula.

Yessy lebih lanjut mengemukakan, walau buku ini tak lebih dari 100 halaman namun materinya sangat baik,  Dia mengibaratkan buku ini penuh dagingnya yang diurai menjadi 25 bab. Masing-masing bab merupakan pandangan Elly Farida untuk mewujudkan ketahanan keluarga, dan kiprahnya di masyarakat.

Yessy mengapreasiasi penulis yang memintanya untuk membedah bukunya, “Tujuannya untuk menambah kualitasnya isi dari bukunya," kata
dosen Uhamka ini.

Sementara itu Elly Farida mengemukakan bahwa intisari bukunya tentang perempuan dan kehidupannya sehari-hari di antaranya bagaimana  mengisi kesibukan dan aktivitasnya bersama Dekranasda dan juga tentang bagaimana semangat dalam bekerja melalui Forum Paud, bendongeng hingga bank sampah.

"Saya pikir ini mengalir secara natural dan tidak bertele-tele penyampaiannya," ucapnya***

Editor : B Sadono Priyo