logo

Satpol PP Buru Pemasok PMKS Kota Bandung

16 Mei 2019 18:33 WIB
Penulis : Ahmad Syukri

SuaraKarya.id - BANDUNG: Satpol PP Kota Bandung tengah  memburu koordinator pemasok penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ke kota Bandung terutama saat Ramadan.

Plt Kepala Satpol PP Kota Bandung Tantan Suryan Santana, mengatakan pihaknya tengah meneliti dan melakukan intelijen terhadap keberadaan koordinator tersebut.

“Kami juga sedang meneliti dan melakukan intelijen kepada koordinator PMKS ini, karena disinyalir ini dikordinir oleh seseorang yang nanti mengirim ke beberapa titik, sore diambil, dan lalu ganti shift,” ujar tantan kemarin ini.

Jika tertangkap, kata dia, koordinator gelandangan dan pengemis itu bisa dikenakan sanksi pidana. Mereka dianggap mengumpulkan orang untuk melakukan permintaan kepada anak jalanan sekaligus mengganggu fasilitas ketertiban umum.

Selama dua bulan terakhir, Satpol PP dengan dibantu kepolisian dan TNI telah melakukan Operasi Cipta Kondisi untuk menjaring PMKS. Dengan unit khusus penjaring PMKS, sudah hampir 400 orang yang ditangkap dan diserahkan ke Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung, maupun ke dinas sosial di Palimanan.

Pada operasi Ramadan ini, ada 850 anggota gabungan yang akan beroperasi di sejumlah titik di Kota Bandung. Beberapa titik keberadaan PMKS yang terpantau yakni di Jalan Asia Afrika, Simpang Lima, Gatot Subroto, Laswi, Ahmad Yani, hingga ke Ujungberung.

Jadwal operasi dilakukan secara acak untuk menyiasati kucing-kucingan dengan PMKS. Selain operasi rutin, Tantan berjanji akan menindaklanjuti laporan yang dikirim dari warga.

“Mudah-mudahan dengan gencar mereka semakin takut. Dengan operasi gencar, sejauh ini kita pantau jumlahnya berkurang. Tetapi tetap kita monitoring kemarin dibantu Dinsosnangkis, kepolisian, dan TNI untuk penanganan PMKS,” katanya.

Selain PMKS, pedagang kaki lima (PKL) baru juga jadi target penertiban selama Ramadan. Yang paling penting, kata dia, penertiban PMKS dan PKL ini didukung aparat kewilayahan.

“Peran kewilayahan benar-benar diperlukan. Minimal kalau ada pergerakan kewilayahan bisa antisipasi. Kalau satu, dua hari buka lapak dibiarkan, khawatir bakal keburu menjamur,” ujar Tantan.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, biasanya pada saat Ramadan itu kecenderungan pelanggaran perda meningkat. Ia mengimbau Satpol PP tetap konsisten dan membantu menegakkan Perda.

“Dari sisi hukum, kalau ada celah koordinator PMKS bisa kita proses pidana supaya ada efek jera, Satpol PP bisa lakukan. Kita juga minta bantu, selalu minta bantu aparat kewilayahan, mendeteksi dan mendata apabila penambahan atau peningkatan PKL. Sebelum itu bertambah, ya kita coba tertibkan,” tuturnya. ***

Editor : Pudja Rukmana