logo

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Mutilasi, Perempuan Malang

Polisi Ringkus Terduga Pelaku Mutilasi, Perempuan Malang

Sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. (Istimewa)
16 Mei 2019 00:43 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Jajaran Polres Malang Kota berhasil meringkus seorang pria pengangguran yang diduga menjadi pelaku mutilasi terhadap seorang wanita di Lantai II Pasar Besar Kota Malang. Pelaku Sugeng (49) diringkus Rabu (15/5/2019) atau sehari setelah jazad perempuan yang terpotong hingga enam bagian itu ditemukan.

Menurut Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, pelaku ditangkap saat sedang tidur-tiduran di depan rumah pesemayaman Panca Budhi. Pelaku diketahui bernama Sugeng. "Pelaku yang kita amankan pukul 13.30 WIB. Saat ini sedang kita periksa di ruang penyidikan,” ujarnya, Rabu (15/5/2019).

Seperti diketahui,enam potongan jazad perempuan sempat menghebohkan para pedagang dan pengunjung sekitar Pasar Besar Kota Malang. Polisi menduga, jazad korban yang belum diketahui identitasnya itu, sudah berada di lokasi tersebut sejak empat hari sebelumnya.

Pengungkapan jadi diri pelaku berawal dari penyidikan tato bertuliskan nama 'Sugeng' pada potongan kaki kiri dan kanan milik korban yang hingga kini masih belum diketahui identitasnya. Polisi juga menggunakan anjing pelacak untuk menyelidiki kasus tersebut.

Dari berbagai petunjuk yang didapat, Polisi akhirnya melakukan penyidikan ke wilayah Jodipan. Di wilayah tersebut, polisi menemukan sebuah rumah kost milik warga yang ada tulisan yang sama dengan tulisan di TKP.

Pemilik rumah kost yang ditanya menyebut ciri-ciri terduga pelaku berikut kebiasannya yang sering berada sebuah lokasi di sekitar Jalan Laksamana Martadinata. Saat lokasi itu didatangi, polisi menemukan seseorang yang sedang tiduran.

Saat dipanggil dengan nama Sugeng sesuai nama di tato korban, ternyata yang bersangkutan merespon. Hingga akhirnya terduga pelaku itu diamankan.

Kepada polisi, pria pengganguran itu mengaku memutilasi atas permintaan korban sendiri, sebelum meninggal. Keduanya bertemu dan berkenalan baru sembilan hari lalu.

Menurut pelaku, sejak pertama kali bertemu, korban yang disarankan tidur di bangunan lantai 2 pasar itu, mengeluh sakit. Saat pelaku mendatangi tempat tersebut, ternyata korban sudah meninggal.

Oleh polisi, pelaku mutilasi ini akkan diajak untuk menjalani tes kejiwaan. Pihaknya juga sudah menerjunkan Tim Inafis untuk membantu mengungkap kasus tersebut, termasuk untuk mengetahui identitas korban.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto