logo

Pemimpin Tertinggi Iran: Tidak Akan Ada Perang Dengan AS

Pemimpin Tertinggi Iran: Tidak Akan Ada Perang Dengan AS

Ayatollah Ali Khamenei. (Istimewa)
15 Mei 2019 10:09 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - LONDON:  Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Selasa (14/5/2019) waktu setempat mengatakan Teheran tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat, meski ketegangan antara dua musuh bubuyutan atas kemampuan nuklir Iran dan program rudal miliknya meningkat.

Dalam pernyataan ke sejumlah pejabat senior yang disiarkan melalui stasiun TV pemerintah, Khamenei kembali menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan menggelar perundingan kesepakatan nuklir lainnya dengan Amerika Serikat.

"Tidak akan terjadi perang. Negara Iran memilih jalur perlawanan," kata Khamenei, dilansir media negara tersebut dan diberitakan Antara, Rabu (15/4/2019). "Kami tidak ingin perang, dan mereka pun demikian. Mereka tahu itu bukan kepentingannya."

Presiden Donald Trump tahun lalu menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia. Iran diminta untuk mengekang kapasitas pengayaan uranium, yang digunakan untuk membuat bom nuklir, dengan imbalan pelonggaran sanksi terhadapnya. 

       Serangan Tanker

Sementara itu serangan tangker di lepas pantai Uni Emirat Arab merupakan ulah "kenakalan Israel", kata juru bicara parlemen Iran pada Selasa, menurut Kantor Berita Republik Islam (IRNA).

"Peristiwa yang terjadi di Emirat akibat ulah kenakalan Israel," kata Behrouz Nemati, tanpa memberikan penjelasan soal peran apa yang dimainkan Israel dalam serangan tersebut.

Arab Sudi pada Senin (13/5) mengatakan bahwa dua tangker minyak miliknya ikut disabotase di lepas pantai Emirat. Pihaknya berpendapat, serangan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengacaukan keamanan pasokan minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Srikat dan Iran.

UAE pada Minggu melaporkan empat kapal komersial menjadi sasaran "operasi sabotase" di dekat pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab. Tempat tersebut merupakan salah satu pusat bungker terbesar di dunia yang berada di luar Selat Hormuz.

Pihaknya tidak menyebutkan jenis atau siapa dalang di balik serangan tersebut. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto