logo

Warga Demo Bila Jembatan Sementara Klamono Tak Bisa Dilewati Kendaraan Di Atas Lima Ton

Warga  Demo Bila Jembatan Sementara Klamono Tak Bisa Dilewati Kendaraan Di Atas Lima Ton

Jembatan Sementara Sungai Klamono/Foto:Istimewa
15 Mei 2019 09:01 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KLAMONO SORONG: Warga akan demonstrasi apabila jembatan  sementara di Sungai Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat  tak mengizinkan kendaran di atas lima ton  melewatinya.

“Ah itu, kata siapa bahwa jembatan sementara di Sungai Klamono Kabupaten Sorong yang terbuat dari konstruksi besi baja itu akan patah kalau dilewati oleh kendaraan di atas lima ton,"kata Agust, warga asli Papua yang melewati jembatan itu kepada wartawan  di Aimas Selasa (14/5/2019)..

Kalau larangan itu terus diberlakukan maka kami akan turun demo dan menutup jalan serta  jembatan sementara sungai  Klamono tersebut.

Dikatakan, pihaknya sudah menanyakan beberapa pakar dan  meyakinkan bahwa jembatan sementara  yang terbuat dari konstruksi besi baja seperti di Sungai Klamono itu dapat menahan beban  berat di atas 30 ton.

Kontraktor senior di Papua Papua Barat, Ir Wens, dikonfirmasi Suara Karya, membenarkan bahwa  jembatan sementara Sungai Klamono tersebut bisa menahan beban 30 ton.

“Bisa, jembatan itu kan terbuat dari besi baja, tentu daya dukungnya  pasti 30 ton ke atas. Dan, itu pernah ada di mana-mana,”kata Wens kepada Suara Karya di Sorong, Rabu (15/5/2019).

Sementara itu, Satker Jalan Nasional Kementerian PUPR  di  Sorong, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ovid.S.Mangontan ST, melarang  keras  kendaraan yang beratnya di atas 5 ton untuk melewati jembatan  sementara di Sungai Klamono Sorong itu, karena  bisa membahayakan  keselamatan penumpang dan kendaraan.

“Daya  dukung  jembatan sementara  di Sungai Klamono tersebut tak melebihi 5 ton. Karena itu, kami mengimbau masyarakat pengguna  jembatan sementara itu, untuk mentaati  anjuran  ini agar  terhindar dari  hal-hal yang merugikan,”kata  Ovid kepada Suara Karya di Sorong, Senin (29/4/2019) malam.

Jembatan Klamono yang lama akan dirobohkan karena  tanah dasar  jembatan berpindah. Sehingga,   perlu  dibangun  jembatan  Sungai Klamono yang baru.

Jembatan tersebut memegang peranan penting karena  warga yang  datang dan pergi dari kawasan pelosok setempat  kebanyakan melewati  jembatan ini  (Klamono,Red).

Mobilisasi barang dan manusia ke Kabupaten Sorong Selatan, Maybrat ,Kabupaten Tambrauw hingga ke  Manokwari  melalui darat harus melewati jembatan Klamono tersebut.

“Karena itu, masyarakat diharapkan bersabar   selama  masa  pembangunan  konstruksi   jembatan  itu berlangsung. Paling hanya beberapa bulan ke depan, pembangunan  jembatan tersebut sudah selesai pekerjaannya,”kata Ovid.

Hitungannya memang harus cepat pembangunan jembatan tersebut , karena jalur ini adalah  akses  paling vital di  Papua Barat. Jalur  Kota-Kabupaten Sorong ke Kabupaten  Sorong Selatan ini merupakan  urat nadi ekonomi dan pergerakan manusia dan logistik.

Akses itu menghubungkan  sejumlah kabupaten di Papua Barat. Sehingga, memang jembatan sementara itu secepatnya dibangun  utuk  tetap menghidupkan  pergerakan ekonomi di daerah ini. Sambil, menunggu penyelesaian pembangunan jembatan  yang  aslinya.

Dikatakan Ovid, tahun 2019 ini  terdapat sejumlah pekerjaan diadakan  di ruas Jalan Klamono ke Sorong Selatan. Pekerjaan seperti  pengaspalan,  pekerjaan untuk menahan longsor, dan pembuatan dua jembatan. Antara lain, jembatan Klamono dan jembatan  di  Aimas.

Karena itu, kehadiran jembatan sementara  berkonstruksi   baja tersebut, dapat melancarkan  lalu lintas  dari ruas jalan  Klamono  ke  Sorong Selatan  dan sekitarnya untuk sementara.

Termasuk  akses  untuk  terhubung dengan  daerah  lainnya di Papua Barat seperti Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk  Bintuni, Tambrauw  dan sebagainya, demikian Ovid belum lama ini. ***