logo

Muhammadiyah Membangun Manusia Berkualitas Di Kota Sorong

Muhammadiyah Membangun Manusia Berkualitas Di Kota Sorong

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sorong, Drs. H.Mungawan
15 Mei 2019 07:12 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KOTA SORONG:Aset Muhammadiyah Kota Sorong bidang pendidikan menjadi harapan warga daerah ini untuk  mengdongkrak  kualitas  sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Papua dan Papua Barat.

Pimpinan  Daerah  Muhammadiyah Kota Sorong, Drs Mungawan, mengatakan, aset organisasi  ini  di bidang pendidikan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi.

Aset  tersebut antara lain, Taman Kanak-Kanak (TK)  Muhammadiya  II dan III, Sekolah Dasar  (SD) Muhammadiyah I dan II.

Kemudian, Sekolah Menengah  Pertama  (SMP)  Muhammadiyah I, MTs (Madrasah Tsanawiyah) I, Sekolah Menengah (SMA)  Muhammadiyah.

Tanah  Universitas Muhammadiyah, Panti Asuhan Putra dan Putri.  Tanah dua  kapling  di belakang rumah Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong. Termasuk aset Tanah TK Aisyiyah I di Kampung  Baru  yang belum memiliki sertifikat tanah.

“Mengenai  pimpinan  di jajaran Organisasi  Muhammadiyah mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi memiliki aturan yang jelas,”kata Mungawan.

Untuk  TK hingga SMU sederajat pimpinannya cukup disahkan  secara Organisasi  oleh pimpinan daerah (PD) Muhammadiyah.

Sedangkan,  Rektor atau ketua sekolah tinggi, itu diusulkan  oleh kampus ke Pimpinan Wilayah (PW). Dari PW mengusulkannya ke Pimpinan Muhammadiyah Pusat (PP).

Muhammadiyah Pusat akan menilai berdasarkan kriteria dari masukan dari berbagai ahli yang berkompeten untuk menentukan siapa yang berhak menjadi rektor.

Untuk Universitas Muhammadiyah  Sorong (UMS) satu-satunya  perguruan tinggi swasta tertua di Papua Barat, itu memiliki  sejarah khusus.

“Seharusnya, pimpinan  di  Organisasi Muhammadiyah paling lama, dua kali  memimpin dan tidak boleh lebih,  karena  mekanismenya seperti  itu,” ujar Mungawan.

Hal itu berbeda  bagi Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS)  yang dipimpin oleh Hermanto Suaib  selama 6 kali (periode)  berturut-turut. Satu periode  terdir dari lima tahun.

Ini bertentangan dengan  aturan di  organisasi Muhammadiyah  mulai pusat hingga  ke daerah-daerah termasuk di Kota Sorong.

Nah, untuk mendukung  kualitas dan kinerja  UMS Kota Sorong ke depan maka rektornya harus  diganti  Oktober 2019. Ini,  sehubungan berakhirnya masa jabatan Hermanto Suaib  sebagai  rektor/pimpinan Universitas Muhammadiyah periode ke-6 kalinya.

Untuk diketahui bahwa perjalanan UMS Sorong ini dimulai dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA), Universitas Muhammadiyah (Unamin) dan kini menjadi Universitas Muhammadiyah (UMS).

“Sebagai  Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sorong, saya berharap semua pihak berpikir dewasa. Maksudnya,  ketika kita ingin memajukan organisasi maka kita harus berkomitmen  untuk menjaga  keharmonisan  antar sesama dengan mematuhi peraturan organisasi,”kata Mungawan kepada Suara Karya di Sorong, Rabu (15/5/2019).

Dikatakan  sebagai pimpinan saat ini, harus legowo menyerahkan kekuasaannya kepada generasi  berikut yang kerkualitas.

Banyak generasi  saat  ini yang mampu menduduki jabatan  baik di organisasi mau pun di unit usaha seperti  TK hingga perguruan tinggi.

H. Hermanto Suaib ketika ditemui Suara Karya beberapa waktu lalu, mengatakan, kepemimpinannya, sebagai Rektor di UMS periode saat ini adalah komitmen berbagai pihak.

“Saya sebenarnya sudah tak mau lagi memimpin sebagai rektor UMS, tapi ini adalah  kemauan dari semua dosen dan pengurus Muhammadiyah Kota Sorong. Agar, saya memimpin UMS  ini,”kata Hermanto kepada Suara Karya dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Dr Mulyadi di Masjid UMS Kota Sorong belum lama ini usai Sholat Ashar. ***