logo

Warga Malang Digegerkan Temuan Mayat Perempuan Terpotong Enam

 Warga Malang Digegerkan Temuan Mayat Perempuan Terpotong Enam

14 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
MALANG: Para pedagang dan pengunjung sekitar Pasar Besar Kota Malang dihebohkan penemuan potongan jazad manusia berkelamin perempuan. Polisi menduga, jazad korban yang belum diketahui identitasnya itu, sudah berada di loaksi tersebut sejak empat hari lalu.

Menurut Kapolresta Malang, AKBP Asfuri mengatakan, penemuan mayat itu dilakukan tanpa sengaja. “Ada saksi pedagang yang mencium bahu menyengat dan dilaporkan ke keamanan. Lalu dicek dengan membawa peralatan untuk membersihkan hingga ditemukanlah potongan mayat,” ujarnya, Selasa (14/5/2019).

Pengungkapan kasus itu bermula saat para pedagang di lantai 1 pasar tersebut, mengeluhkan aroma busuk menyengat di tempat kerjanya, sejak dua hari lalu. Menduga bau busuk itu berumber dari bangkai tikus, para pedagang berusaha mencari sumber bau.

Karena tak menemukan bangkai tikus di lantai 1, pencarian diperluas ke lantai 2. Alangkah kagetnya mereka saat mereka melihat bau busuk itu bersumber dari daging berbentuk potongan kaki manusia.

Temuan potongan kaki itu langsung menggemparkan para pedagang dan warga sekitar. Bersama petugas keamanan setempat, para pedagang itu berusaha melakukan penyisiran di setiap sudut.

Mereka akhirnya menemukan potongan mutilasi di beberapa titik. Sepasang kaki ditemukan dibawah tangga. Sepasang tangan di bawah tangga, badan di kamar mandi, dan terakhir bagian kepala ditemukan terbungkus kresek warna hitam di bawah tangga.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan enam bagian potongan mayat. Selanjutnya, mayat tak dikenal itu dievakuasi ke Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar, untuk dilakukan otopsi.

Mayat berkelamin perempuan itu diperkirakan berumur sekitar 34 tahun. Saat ditemukan, jazad itu memakai celana dalam. Polisi juga menemukan tiga surat wasiat di lokasi kejadian.

Ketiga surat misterius itu ditulis di atas selembar kertas dan sisanya dituliskan di tembok. Surat yang dduga ditulis pelaku itu menggunakan tinta warna merah. Salah satu pesan itu bertuliskan “Orang ruwet lihat kalau akan menjelang mau meninggal dunia atau mati bahasa inggrisnya is det meninggal siksaan penyakit komplikasi mati mengenaskan.”

Kini polisi sudah meminta keterangan para saksi. Mereka juga akan berusaha keras untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut.***

Editor : Yon Parjiyono