logo

Permintaan Meningkat, Stok Darah Di PMI Solo Menipis

Permintaan Meningkat, Stok Darah Di PMI Solo Menipis

Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto
14 Mei 2019 21:13 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo, Jawa Tengah, menipis. Permintaan darah yang melonjak selama satu minggu terakhir, menyebabkan stok darah di PMI Solo mengkhawatirkan.

"Satu minggu ini permintaan darah meningkat. Biasanya kalau bulan puasa, rata-rata perhari permintaan hanya 100 kantong darah, tapi saat ini meningkat 250 kantong perhari," jelas Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, Selasa (14/5/2019).

Permintaan darah awal bulan puasa tersebut menurut Sumartono hampir sama seperti hari-hari biasa sebelum puasa. Sebenarnya PMI telah memiliki persediaan darah hingga 4.000 kantong darah.

"Tapi melihat permintaan yang melonjak seperti saat ini, kami khawatir stok menipis. Jika satu hari butuh 250 kantong maka satu minggu butuh 1.500 kantong, jadi stok hanya sisa 2.500 saja. Permintaan dari Kota Solo saja," jelasnya lagi.

Jika permintaan kembali normal, maka tidak akan masalah hingga Lebaran mendatang. Tetapi jika permintaan terus meningkat, pihaknya khawatir akan kekurangan stok darah.

"Maka kami menghimbau kepada masyarakat, sehabis berbuka puasa dan Shalat Tarawih bisa mendonorkan darah. Kami berharap ini bisa menjadi budaya," ujarnya.

PMI juga masih melayani donor darah keliling melalui mobil PMI. Selain itu, pihaknya juga telah menghimbau komunitas-komunitas untuk melakukan donor darah.

"Kalau pribadi silakan datang langsung ke PMI. Yang penting kondisinya bagus, sebelum donor kita cek dulu," ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengaku meningkatnya permintaan darah tersebut tidak disebabkan karena kondisi luar biasa di Kota Solo.

"Tapi permintaan kan dari rumah sakit, di Kota Solo banyak rumah sakit tipe B yang menjadi rujukan dari daerah lain. Jadi bukan hanya warga Kota Solo saja, karena di Solo tidak ada kejadian yang menyebabkan tingginya kebutuhan darah," pungkasnya. ***

Editor : Yon Parjiyono