logo

Ke Depan, Pemerintah Fokus Pada Pemberdayaan Ekonomi Dan SDM

Ke Depan, Pemerintah Fokus Pada Pemberdayaan Ekonomi Dan SDM

Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo (baju putih) saat tiga kepala desa, yang mengikuti ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Program. (foto, ist)
14 Mei 2019 14:23 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pembangunan di desa dengan menggunakan dana desa telah mampu membangun infrastruktur dengan skala yang masif. Ke depan, pemerintah akan fokus pada pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, melalui pembangunan sumberdaya manusia (SDM).

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, saat menerima kunjungan tiga kepala desa yang sudah mengikuti ASEAN Plus Three Village Leaders Exchange Program, di Yunnan, Cina, pada 5-11 Mei 2019 kemarin.

Mendes PDTT menerima ketiganya yaitu, Hardi Kepala Desa Poleonro, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sumaryono Kepala Desa Margasakti, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, serta Alimuddin Kepala Desa Kandolo, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, di ruang kerjanya Kantor Kemendes PDTT, Jakarta, Senin (13/5/2019).

Dikemukakannya, salah satu proses dari pemberdayaan SDM yaitu mengirim kepala desa, pendamping desa, pengurus BUMDes untuk dapat belajar ke luar negeri.

“Kita mengadakan kerja sama dengan badan-badan dunia dan negara sahabat. Mereka memberikan beasiswa, mudah-mudahan tahun ini bisa dapat 1000 beasiswa untuk kepala desa, pendamping desa, belajar di luar negeri," tutur dia.

Dengan belajar diharapkan para kepala desa dan pendamping desa bisa melihat, merasakan, serta menerapkan program-program yang baik yang ada di luar negeri ke desanya masing-masing. Sehingga, percepatan pertumbuhan ekonomi di desa-desa menjadi lebih cepat dari empat tahun terakhir.

Mendes uga mengapresiasi mereka yang sudah berani menjadi perwakilan negara dan berani berbicara di depan semua delegasi, dimana di negara lain diwakili oleh pemerintah. "Kalau Indonesia yang langsung bicara adalah kepala desanya dan hasil pertemuan itu, dari mereka belajar di beberapa tempat di Cina, akan diterapkan bisnis modelnya di desanya masing-masing," ungkapnya.

Ketiga kepala desa itu, berkomitmen dalam tiga bulan ini sudah ada hasilnya. "Nanti akan saya cek apakah sesuai harapan atau tidak. Pastinya dari Kemendes PDTT akan membantu memastikan agar mereka sukses,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sumaryono, Kepala Desa Margaskati mengatakan, banyak pengalaman yang didapat selama belajar di Yunnan. Di antaranya bagaimana pengentasan kemiskinan di desa, membangun infrastruktur yang terintegrasi di desa.

“Desa Margasakti akan berinovasi dalam program integrasi, yaitu akan membuat inovasi teknologi pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi produk minyak goreng, mentega, sabun, lilin dan lain-lain" tuturnya.

Juga, lanjutnya, akan menerapkan desa wisata yang terinspirasi dari pemukiman Hebian Village di Yunnan. Akan dikombinasikan antara sumber daya alam yang ada yaitu sumber daya air dan wisata menopolitan dengan BUMDes.

"Mudah-mudahan jadi pemicu desa-desa yang lain,” ujarnya optimistis.

Editor : B Sadono Priyo