logo

Untuk Memajukan Sains Dan Teknologi Diperlukan Peneliti Muda Berbakat

Untuk Memajukan Sains Dan Teknologi Diperlukan Peneliti Muda Berbakat

Plt Kepala Biro Kerja sama Hukum dan Humas LIPI Mila Kencana (tengah). (foto, ones)
14 Mei 2019 13:19 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam upaya memberikan peluang pengembangan diri bagi peneliti muda, untuk mendapatkan pengalaman bersaing di kancah global. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan berbagai mitra internasional, dalam berbagai bidang.

Demikian dikemukakan Plt Kepala Biro Kerja sama, Hukum dan Humas LIPI Mila Kencana, saat membuka acara Sharing Knowledge: Young Researchers Contribute to Global Challenge, di LIPI Jakarta, Senin, (13/5/2019). 

Dia nenyatakan, profesi peneliti hingga saat ini memang masih relatif asing di kalangan generasi muda. Namun keberadaan peneliti ternyata menjadi kunci kemajuan bangsa, melalui pengembangan iptek dan inovasi.

Dijelaskannya, saat ini telah banyak kolaborasi sains dan teknologi terjalin dalam berbagai bidang. Untuk meningkatkan konektivitas peneliti dengan isu-isu global.

“Beberapa di antara kemitraan yang telah di bangun LIPI yakni kemitraan dengan Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) untuk penyelenggaraan HOPE Meeting dan kemitraan dengan National Research Foundation (NRF) untuk pertukaran peneliti dan staf pendukung,” ungkapnya.

Untuk memajukan sains dan teknologi diperlukan peneliti muda berbakat yang memiliki perspektif luas yang lintas disiplin, individu kreatif yang berasal dari budaya yang berbeda. Kegiatan HOPE Meeting, jelasnya, berperan besar dalam memfasilitasi para ilmuwan muda yang telah meraih gelar doktor.

Untuk terlibat dalam diskusi interdisipliner dengan para penerima Penghargaan Nobel dan ilmuwan terkemuka lainnya. HOPE Meeting sendiri telah diselenggarakan oleh JSPS sejak 2008.

Sejak pertama kali diselenggarakan, LIPI telah mengirim puluhan peneliti untuk mengikuti ajang prestisius bagi ilmuwan muda tersebut.

Pada kesempatan ini, peneliti bidang material maju berbasis selulosa dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI Nanang Masruchin menyatakan, momen berinteraksi dan berdikusi langsung dengan penerima Penghargaan Nobel adalah kesempatan langka sekaligus momen terbaik.

“Bertemu dan berbincang langsung dengan penerima Penghargaan Nobel seperti Prof Brian Schmidt menjadi motivasi bagi saya untuk terus melakukan penelitian, yang bisa mendapat pengakuan internasional untuk Indonesia,” ungkapnya.

Karenanya, dia berharap suatu saat ada peraih Penghargaan Nobel yang berasal dari Indonesia atau berafiliasi dengan institusi riset yang ada di Indonesia. Dikemukakannya, keikutsertaan di ajang HOPE Meeting juga memungkinkan terbukanya kolaborasi dengan peneliti- peneliti internasional, terutama untuk lingkup Asia Pasifik.

“Kolaborasi ini bukan hanya untuk mendukung proyek penelitian pribadi saja. Namun, juga membuka peluang kerja sama sampai ke tingkat lembaga," ujarnya.

Selain mengirimkan peneliti dan staf ke Korea, LIPI juga menerima para ahli Korea. Untuk berbagi pengalaman dan kemampuan dengan sivitas LIPI. Sejak kemitraan ini dikukuhkan tahun 2016, LIPI telah mengirimkan sembilan sivitas ke universitas maupun lembaga penelitian di Korea.

Editor : Markon Piliang