logo

Polisi Buru Pelaku Pembunuh Wartawan

Polisi Buru Pelaku Pembunuh Wartawan

11 Mei 2019 21:01 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Seorang wartawan sebuah media mingguan ditemukan tewas bersimbah darah di depan rumahnya kawasan Tanah Merah Gang 2 Kenjeran, Surabaya, sekitar pukul 20.30 WIB, Jumat (10/5/2019). Polisi yang menangani kasus ini mengaku sudah mengantongi rekaman CCTV kedua orang yang diduga terkait dengan kasus pembunuhan terhadap korban Soeprayitno (53) tersebut.

Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, pihaknya telah mengerahkan anggotanya untuk menyebar dan mencari barang bukti, terutama handphone milik korban. "Kami masih mencari petunjuk. Dari keterangan saksi, mereka melihat pelaku sempat membawa ponsel itu," ujarnya, Sabtu (11/5/2019).

Menurut warga sekitar, korban yang warga Sidotopo Wetan No 198 B, Kenjeran, Surabaya, dan tinggal di Tanah Merah gang II, Kedinding, Surabaya itu, diketahui baru saja turun dari ibadah tarawih. Ia sempat nongkrong di sebuah warkop Tanah Merah Gang I yang tak jauh dari lokasi ditemukan jenazahnya.

Korban disebutkan didatangi tiga orang pria menggunakan dua motor. Salah satu diantaranya yang mengendarai motor Vario, mengacungkan sebilah celurit.

Oleh pelaku, korban dikejar dan disabet clurit hingga beberapa kali. Korban sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan tiang jemuran milik warga sekitar. Namun bacokan yang bertubi-tubi membuat korban kewalahan hingga akhirnya menghembuskan nafas di atas dipan bambu.

Korban ditemukan dalam kondisi terluka di bagian tangan, kaki dan punggung korban. Korban yang diduga meninggal karena kehabisan darah itu, langsung dibawa ke Kamar Mayat RSUD Dr Soetomo untuk diautopsi.

Berdasarkan data polisi, korban ternyata pernah terjerat kasus penggelapan. Korban mendekam di penjara selama 4 bulan pada 2014 lalu.

Sementara, salah seorang istri Soeprayitno (korban punya 2 istri), Djumaliha, mengaku suaminya yang mengantongi surat tugas wartawan dari media mingguan Suara Gegana Indonesia itu sempat ada masalah dengan salah satu calon legislatif saat pelaksanaan Pemilu 2019. Tapi Djumaliha mengaku tak tahu pasti siapa nama caleg dan apa masalahnya dengan suaminya tersebut.

Yang jelas, polisi kini sedang mendalami rekaman CCTV sebuah rusun yang ditempati rumah keluarga mantan istri korban. Lokasinya tidak jauh dari TKP. "Kalau kami lihat timeline CCTV, terus waktu ke TKP sampai meninggalnya korban sepertinya pas," ujarnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat mengetahui informasi tentang kasus ini untuk segera melapor. Bantuan masyarakat, kata dia sangat diharapkan agar kasus ini bisa segera terungkap.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH