logo

Delapan Belas Program Ramadhan Unggulan BAZNAS Layani 46.961 Mustahik

Delapan Belas Program Ramadhan Unggulan BAZNAS Layani 46.961 Mustahik

Direktur Pedistribusian Dan Pendayagunaan Zakat BASNAS, Irfan Syauqi Baek (kedua dati kiri) menyampaikan penjelasan tentanh 18 program unggulan Baznas selama Ramadhan 1440 hijriah.
10 Mei 2019 12:47 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan 18 program unggulan sebagai bentuk layanan kepada para mustahik (warga miskin penerima zakat) maupun muzaki selama bulan Ramadan 1440 Hijriyah.

Hal itu dikatakan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Dr Irfan Syauqi Beik kepada wartawan di kantor BAZNAS, Jumat (10/5/2019).

Irfan menegaskan, BAZNAS meningkatkan pelayanan di Bulan Ramadhan 1440 hijriah ini bagi para muzaki dalam mempermudah mereka menunaikan kewajibannya, peningkatan layanan terhadap para mustahik juga dilakukan dan penting.

"BAZNAS meningkatkan pelayanan dalam memudahkan para muzaki atau donatur menunaikan kewajibannya, harapannya tentu semakin banyak mustahik yang terbantu terutama di Ramadhan dan Idul Fitri, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 46.961 mustahik," katanya.

Dalam konferensi pers ini hadir pula Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS Ahmad Fikri, dan Kepala Divisi Pendayagunaan Randi Swandaru. Ahmad Fikri mengatakan program Ramadan unggulan BAZNAS di pendistribusian yang pertama adalah Masjid Cemerlang, kedua Program Layanan Ketahanan Pangan, Paket Ramadan Bahagia (PRB), Hidangan Berkah Ramadan (HBR), lalu Ramadan Sehat Ceria.

"Program-program ini melibatkan seluruh lembaga program yang dimiliki BAZNAS. Dalam penyaluran HBR, tim dari BAZNAS juga berkeliling di daerah pinggiran dan plosok-plosok perkotaan mendistribusikan hidangan berbuka dan sahur untuk mustahik," katanya.

Selain itu ada pula program Ramadan Dakwah salah satunya bentuk layanan di kanting kemiskinan ibukota, seperti di Kampung Bayam, Jakarta Utara. Ada juga program Santripreneur, Kafilah Dakwah Sekolah Cendekia BAZNAS, dan yang kesembilan adalah Posko Mudik.

Randi Swandaru mengatakan, program unggulan BAZNAS selama Ramadan terdapat 18 program pendistribusian dan pendayagunaan. Program pendayagunaan yang dilakukan BAZNAS antara lain, program pemberdayaan ZMart, Mustahik Pengusaha, Pelatihan Kewirausahaan UKM, Mustahik Mikro, lalu ada Pemberdayaan Petani Beras Fitrah.

"Selain itu ada program bazar mitra usaha microfinance, Jambore Cah Angon, Gulai Ramadan, dan program yang ke-18 ada Program Zakat Community Development (ZCD) Jakarta. Program pendayagunaan BAZNAS selama Ramadan ini, memberdayakan para mustahik sehingga mereka bisa tumbuh berkembang, meningkatkan perkonomian, dan kesejahteraan," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta mengatakan, BAZNAS juga meningkatkan pelayanan kepada para muzaki, mulai dari membuka gerai zakat di mal-mal besar di beberapa daerah di seluruh Indonesia yang juga bekerja sama dengan Lippo Malls hingga peningkatan layanan zakat digital.

Layanan zakat dan donasi yang diberikan BAZNAS kepada para muzaki adalah dengan bekerja sama dengan platform-platform digital, seperti Shopee, Jenius, Bukalapak, Tokopedia hingga Kitabisa.com.

"BAZNAS berharap dengan kemudahan kayanan berzakat dan donasi ini semakin banyak masyarakat yang gemar berbagi menyalurkannya kepada BAZNAS dan lebih banyak lagi mustahik yang terbantu," katanya.

Dengan berbagai layanan kemudahan yang disediakan, BAZNAS Pusat menargetkan dapat menghimpun Rp85 Miliar dana zakat infak dan sedekah selama Ramadan ini atau lebih dari 30 persen dari target penghimpunan satu tahun selama 2019 yakni Rp280 Miliar.

"Sampai hari keempat Ramadan ini tercapai baru 11%, biasanya di akhir Ramadan makin meningkat," katanya.

Di tingkat nasional, penghimpunan Ramadan 1440 H ditargetkan akan mencapai Rp3,5 Triliun dari target selama 2019 sebesar Rp9,5 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Ramadhan BAZNAS, Romidi menambahkan, mulai 16 Mei 2019, BAZNAS akan membuka layanan zakat di Istana Negara, di mana Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri dan pejabat akan melaksanakan kewajiban berzakat.

"Tahun 2018 program zakat di Istana mencapai Rp1,8 miliar. Tahun ini kita targetkan meningkat 40 persen," kata Romidi.

Editor : Yon Parjiyono