logo

Kerja Sama Dengan Ditjen Dukcapil, BAZNAS Jamin Zakat Bisa Entaskan Kemiskinan Secara Tepat

Kerja Sama Dengan Ditjen Dukcapil, BAZNAS Jamin Zakat Bisa  Entaskan Kemiskinan Secara Tepat

BAZNAS dan Ditjen Dukcapil Kemendagri melakukan kerja sama pemanfaatan data kependudukan untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia.
08 Mei 2019 12:32 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjalin kerja sama data kependudukan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menajamkan sasaran penerima manfaat dari zakat, infak, dan sedekah.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh dan Direktur Utama BAZNAS, Arifin Purwakananta yang disaksikan Ketua BAZNAS, Bambang Sudibyo di Kantor BAZNAS, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Hal itu dikatakan Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo. IA  mengatakan, bentuk kerja sama ini adalah integrasi Sistem Database Mustahik yang dimiliki BAZNAS dengan data kependudukan yang dimiliki oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri.

"Kerja sama ini merupakan komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kepada para mustahik. Dengan dilakukannya sinkronisasi ini, BAZNAS berharap sasaran penerima manfaat lebih tepat dan sebarannya semakin meluas," katanya.

BAZNAS juga telah bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam integrasi data kemiskinan, dengan penambahan data Ditjen Dukcapil Kemendagri tentu dapat meningkatkan jumlah data dan akurasi para penerima manfaat.

"Integrasi data ini akan digunakan untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan BAZNAS bagi para mustahik dari berbagai aspek mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial kemanusiaan," kata Bambang.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan, pemanfaatan database penduduk harus dimanfaatkan dengan baik untuk kemaslahatan umat, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan para mustahik.

"Database ini dapat mengetahui kondisi ekonomi seseorang, apakah perlu diberi bantuan atau tidak. Dapat diketahui juga kedermawanan seseorang, data terjamin aman dan rahasia. Kita terus memanfaatkan data ini untuk kemaslahatan umat juga untuk kebaikan di dalam bernegara," katanya.

Kerja sama antara BAZNAS dengan Kemendagri tidak hanya dapat mengetahui lebih jumlah data mustahik di Indonesia. I

ntegrasi ini juga membantu BAZNAS mengetahui jumlah muzaki melalui pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan, dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

"Kita harapkan tidak ada lagi salah dalam penyerahan zakat untuk mengkikis kemiskinan," kata Prof Zudan Arif.

Editor : Yon Parjiyono