logo

Di Filmkan, Pergulatan Anak Danau Toba Menjadi Polisi

Di Filmkan, Pergulatan Anak Danau Toba Menjadi Polisi

Istimewa
06 Mei 2019 21:50 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kembali Polri segera meluncurkan film layar lebar. Setelah Divisi Humas dengan "Pohon Terkenal", kini Polda Sumut (Poldasu) menyiap kan "Sang Prawira" yang dibesut sutradara Ponti Gea.

"Film ini produksi pertama Poldasu dan didukung pemain ternama Anggika Bolsterli dari Jakarta dan bintang lokal sebagian besar personil kepolisian," demikian siaran persdMabes Polri, Senin (6/5/2019).

Film ini bercerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita jadi polisi. Dalam film ini menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga di mana antara isteri dan suami tidak sepaham dalam merancang masa depan anaknya ketika anaknya duduk dibangku SMA.

Si Ibu ingin menuruti kemauan anaknya jadi polisi sementara si bapak lebih condong anaknya bekerja di luar negeri agar dapat menolong keuangan keluarga yang selama ini tergolong miskin.

Ide cerita film ini lahir dari para pejabat Utama Polda Sumut yang didukung oleh Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, SIk., M.Hum dan diperkaya oleh Kapoldasu Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH, M.H terutama tentang sosok seorang polisi yang berani dan tangguh serta muatan pesan moral pedagogis kepada masyarakat.

Film layar lebar ini selain menampilkan profesionalisme polisi  dlm menjalankan tugas, juga memperkenalkan berbagai kultur masyarakat dan destinasi wisata serta membangun rasa nasionalisme. 

Di sela-sela persiapan keberangkatan personil menuju lokasi shooting yang diperkirakan lebih130 titik dan tersebar di beberapa daerah seperti Karo, Simalungun, Tobasa, humbahas Tanjung Balai, Sibolga, Nias, Medan, Semarang (Akpol) dan Jakarta (Mabes Polri).

Kapolda Sumut berpesan agar seluruh personil kru pembuatan film benar-benar menjalankan tugas dan perannya masing-masing sesuai dengan arahan pimpinan dan sutradara.

Film ini disutradarai oleh Ponti Gea,  dibantu  beberapa asisten termasuk penulis naskah Onet dan staff bidang Batakologi Manguji Nababan. Sementara yang bertindak sebagai supervisor pembuatan film adalah Prof. Dr. Ibrahim Gultom.

Editor : B Sadono Priyo