logo

FKDB Segera Produksi Pupuk Batubara Untuk Genjot Panen Padi Nasional

FKDB Segera Produksi Pupuk Batubara Untuk Genjot Panen Padi Nasional

Ketua Umum Forum Komunikasi Doa Bangsa Bursa Tani, H Ayep Zaki menyampaikan.paparan tentang program mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan pemanfaatan pupuk batubara yang sudah mendapatkan izin edar sejak April 2019.
05 Mei 2019 20:50 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, yakni meningkatan produktivitas pertanian, yang dalam hal ini produksi padi/beras harus terus dilakukan secara sungguh-sungguh.

Fakta di lapangan, saat ini tantangan semakin berat antara lain beralihnya sawah produktif menjadi perumahan, pabrik-pabrik dan infrastrutur jalan tol, serta berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian yang tak bisa dielakan, harus disikapi dengan langkah yang cerdas.

Menurut Direktur Bursa Tani Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) Zainal Muttaqin, langkah yang tepat adalah mengunakan pupuk yang tepat, sehingga dengan luasan sawah yang tetap, bisa menghasilkan panen padi yang lebih tinggi.

Pupuk yang tepat yang dimaksud adalah dengan menggunakan pupuk batubara, sebanyak 30 persen dari kebutuhan per hektare -nya. Pupuk  organik ini dijamin ramah lingkungan.

“Hanya melakukan penggantian pupuk 30 persennya, yaitu diganti dengan pupuk batubara, maka produktivitas satu hektare bisa meningkat. Dari hasil uji coba kami di 16 provinsi mulai dari wilayah Indonesia bagian barat hingga bagian timur, pengunaan pupuk batubara bisa meningkatkan rata-rata produksi per hektarenya sebesar 43 persen. Bila rata-rata produksi per hektar petani kita 5,2 ton, maka dengan pengunaan pupuk batubara bisa mencapai 7,4 ton,” ujar Zainal dalam acara ngopi sore bareng Akang Zaki jelang Bulan Suci di Restoran Handayani, Matraman Raya, Jakarta Timur, Minggu (5/5/2019) sore.

Menurut Zainal, produktivitas yang meningkat, maka membuat pendapatan petani meningkat. Bila semula orang enggan bertani karena produktivitas rendah, sehingga income juga rendah, maka dengan penggunaan pupuk batubara, diharapkan akan mengubah kondisi seperti itu.

“Kami dari Forum Komunikasi Doa Bangsa ingin ada perubahan yang positif bagi petani. Dengan petani semangat lagi, panennya meningkat, pendapatan meningkat, maka mereka bisa berbelanja. Hal ini selain menggerakkan roda perekonomian, juga membuat kita surplus beras, tak perlu lagi impor. Bahkan kita bisa ekspor beras. Alhamdulillah BUMN Perum Bulog dan Pertani sudah bekerjasama dengan kami, sehingga panen yang berlimpah dari petani yang menggunakan pupuk batubara, nanti ada kepastian yang membelinya,” kata Zainal.

Dia menambahkan, batubara adalah fosil tumbuhan yang terawetkan. Sehingga mampu memenuhi unsur hara tanah yang mana tanaman padi menyerap 21 unsur hara tanah.

Sehingga wajar bila pasca panen tanah menjadi makin berkurang unsur hara, karena pupuk kimia yang diberikan petani hanya mengandung 6 unsur hara.

Sementara iru Ketua Umum FKDB H Ayep Zaki yang akrab disapa Akang Zaki, tujuan acara ngopi bareng tersebut adalah untuk mensosialisasikan upaya yang telah dilakukan pihaknya dalam bidang pertanian serta perekonomian, untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.

“Kami juga punya program Wirausaha Anak Yatim Fakir Miskin atau WAY FAR. Prinsipnya program kami selaras dengan program pemerintah. WAY FAR ini juga didukung teknologi program Blockchain, semua donasi akan terdata dan bisa dilacak secara rinci. Ada unit usaha pabrik tempe, pabrik tahu, refleksi, warung makan dan toko pertanian. Sebelum program ini, kami sejak 2005 telah bergerak dan bisa mengentaskan 650 keluarga miskin, sehingga mereka bisa sejahtera dan menyekolahkan anaknya hingga sarjana,” ucap Zaki lagi.

Ia menambahkan pada April 2019, FKDB telah mendapatkan izin edar pupuk batubara yang mengandung banyak sekali unsur hara yang dapat menyuburkan tanah.

Dalam waktu dekat, pupuk batubara akan diproduksi dan dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Jawa sebagai wilayah lumbung padi nasional.

"Kami juga akan membuka pabrik-pabrik pupuk batubara di setiap provinsi di Jawa, Sumatera,Sulawesi, Kalimantan dan lain-lain," kata Akang Zaki.

Terbuka peluang bagi para distributor pupuk batubara di seluruh wilayah. "Kami terus melakukan uji coba-uji coba diberbagai daerah, sehingga para petani dan pengambil kebijakan yakin 100 persen dapat menggenjot produktifitas panen padi/beras," katanya.

Editor : Yon Parjiyono