logo

DJSN: Pekerja Pemilu Harus Memperoleh Jaminan Sosial

DJSN: Pekerja Pemilu Harus Memperoleh Jaminan Sosial

Anggota DJSN Subiyanto. (foto, ones)
01 Mei 2019 07:56 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pekerja Pemilihan umum (Pemilu) memiliki risiko tinggi terutama terkait kesehatan dan keselamatan kerja. Ini akibat beban kerja yang kerap melebihi kemampuan ketahanan tubuh manusia.

"Mulai persiapan pencoblosan, penghitungan suara, sampai harus menjaga surat suara hasil penghitungan suara. Ini tentunya menguras stamina," tutur anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dari unsur pekerja, Subiyanto, di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Karenanya imbuhnya, pekerja pemilu harus didaftarkan dalam sistem jaminan sosial ketenagakerjaan. "Itu usulan dari kami," kata dia. Kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS, lanjutnya, serta sakitnya ribuan petugas KPPS pascapencoblosan Pemilu 2019 perlu mendapatkan perhatian serius.

Dijelaskannya, dalam hal ini ada pekerja dan pemberi kerja, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk itu, harusnya pemberi kerja memberikan jaminan sosial pada pekerja.

"Sebagai petugas yang dipekerjakan oleh Negara, negara mestinya juga mengalokasikan anggaran untuk menjaminnya," ujarnya. Faktanya 8,2 juta petugas pemilu belum terdaftar dalam sistem jaminan sosial.

Karenanya, dia menyatakan, DJSN turut prihatin dan berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah dan wafatnya para pahlawan demokrasi tersebut.

Editor : B Sadono Priyo