logo

MSI Gelar Pameran Masterpiece Seni Rupa Indonesia, Dubes Jepang Angkat Topi

MSI Gelar Pameran Masterpiece Seni Rupa Indonesia, Dubes Jepang Angkat Topi

Ketum Mitra Seni Indonesia (MSi) Sari Ramdani dan Dubes Jepang untuk Indonesia Mr Masafumi Ishii serta pengurus MSI berfoto bersama dengan anggota MSI yang tercatat sebagai kolektor karya para maestro seni rupa Indonesia di Kediaman Resmi Dubes Jepang untuk Indonesia di Jakarta Selatan
25 April 2019 23:59 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Setelah sukses menggelar pameran seni rupa beberapa tahun sebelumnya dari pelukis-pelukis kenamaan di kediaman Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Mitra Seni Indonesia (MSI) kembali mempersembahkan Pameran Seni Budaya Indonesia, dengan memamerkan sejumlah karya Masterpiece Seni Rupa Indonesia di tahun 2019 ini.

Pameran karya Masterpiece Seni Rupa Indonesia bertajuk Indonesia Dekat di Hati (Indonesia In My Heart) ini juga akan dihadiri para peminat seni, pejabat pemerintah, swasta, BUMN dan duta besar negara-negara sahabat yang terundang. Mereka dapat menikmati pameran seni rupa karya besar para kolektor dari anggota MSI selama dua hari, dari tanggal 25 dan 26 April 2019 di Kediaman Resmi Duta Besar Jepang di Indonesia.

Sari Ramdani selalu Ketua Umum Mitra Seni Indonesia mengatakan sukses pameran ini karena kerjasama yang erat dan harmonis antara MSI dengan Kedutaan Besar Negara Jepang.

"Pameran Masterpiece Seni Rupa Indonesia yang diselenggarakan di Kediaman Duta Besar Jepang ini merupakan kerjasama kedua kalinya antara MSI dengan Kedutaan Besar Negara Jepang, dalam penyelenggaraan pameran bidang seni dan budaya. Ini artinya kepercayaan dari negara sahabat kepada perkembangan seni dan budaya yang diinisiasi dan difasilitasi MSI mendapat respon yang sangat positif,"ujar Sari Ramdani disela-sela ceremony pembukaan Pameran Masterpiece Seni Rupa Indonesia di Kediaman Dubes Jepang di Jalan Daha, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019)

Menurut Sari Ramdani penyelenggaraan pameran ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan partisipasi masyarakat terhadap perkembangan seni dan budaya Indonesia khususnya apresiasi kepada maestro dan perupa Indonesia. Selain juga pameran ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan karya seni rupa Indonesia kepada masyarakat Indonesia dan masyarakat mancanegara melalui Kedutaan-Kedutaan Besar Negara Sahabat yang ada di Indonesia, khususnya Kedubes Jepang. 

Komitmen untuk memberikan ruang terhormat kepada pelaku seni dan budaya dengan menghelat pameran ini, kata Sari telah sesuai dengan visi dan salah satu misi MSI yang diamanahkan oleh para pendiri organisasi nirlaba dan nonpolitik ini sejak didirikan pada 9 Agustus 2007 oleh Ir Sanyoto Sastrowardoyo (alm), Susrinah Sanyoto dan Sri Harmoko.

Duta besar Jepang, H.E. Ambassador Masafumi Ishii yang hadir sebagai tuan rumah menyambut baik penyelenggaraan pameran dan mengapresiasi tinggi kerja keras dan komitmen yang dihadirkan oleh para pegiat seni dan budaya di MSI ini yang mayoritas adalah kaum perempuan Indonesia.

"Tentu melalui pameran ini, kita dapat belajar tentang seni Indonesia dan sejarahnya, the exhibition offers a unique opportunity to learn about Indonesia's art and history through a rarely seen, exquisite collection of Art,"ungkap.Dubes Masafumi Ishii. 

Pameran Masterpiece Seni Rupa Indonesia ini akan menggelar sekitar 44 karya lukisan yang sudah dikurasi oleh dua kurator Indonesia.

Ketum Mitra Seni Indonesia (MSI)  Sari Ramdani bersama Istri Dubes Jepang untuk Indonesia, Madam Sayoko Ishii dan salah satu pelukis muda berbakat tampil di depan karya lukisannya

Rita Pusponegoro, selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyebut pameran akan menggelar sekitar 50 lukisan terpilih koleksi para anggota MSI yang telah dikurasi oleh kurator ternama Indonesia, seperti Amir Sidharta dan Inu Watie Moerany, yang memungkinkan pameran ini mempunyai bobot nilai tinggi bagi para pengunjung pameran.

"Beberapa lukisan karya besar Maestro Indonesia yang akan digelar, diantaranya adalah karya maestro : Basoeki Abdullah, Sudarso, Soedibio, Trubus Soedarsono, Ari Smit, Abdul Aziz, Popo Iskandar, Jeihan, Srihadi Soedarsono, Jokopekik, AD Pirous, Nyoman Gunarsa, dan Sunaryo,"ujar Rita. 

Selain itu juga digelar karya besar dari para perupa berpengalaman, seperti : Huang Fong, Sri hadhy, Roelijati, Wakidjan, Kaboel Suadi, Krijono, Guruh Soekarnoputra, DJ Rachmansyah, FX Widayanto, Nisan Kristiyanto, Nani Sakri, Kusdono Rastika, Putu Sutawijaya, I Wayan Sujana, ("Suklu"), Lugiono, Riyani Lukita, dan Bondan Suryaningtyas, serta perupa muda : Maharani Mancanegara dan Andra Semesta. 

Ketum MSI, Sari Ramdani sangat mengapresiasi upaya Duta Besar Jepang H.E. Mr Masafumi Ishii beserta istri, Madam Sayoko Ishii yang telah menyediakan waktu dan tempat yang terhormat untuk penyelenggaraan pameran ini sehingga akan memberikan spirit bagi kemajuan seni dan budaya Indonesia di masa datang. 

Putri sulung mendiang Ir Sanyoto Sastrowardoyo yang dikenal sebagai Kepala BKPM era Pemerintahan Soeharto ini mengharapkan pameran karya para maestro seni rupa ini dapat meningkatkan hubungan bilateral dan persahabatan yang semakin erat antara Indonesia dan Jepang. 

Duta Besar Jepang juga menegaskan komitmennya selalu berupaya mengawal menjaga dan memastikan hubungan baik antar kedua negara yang telah bersahabat hingga usia 60 tahun ini. 

Melalui pameran ini, jelas Dubes Masafumi Ishii, diharapkan semakin meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara dari sisi seni dan budaya. .

Ketua Umum MSI dan Duta Besar Jepang mengharapkan Pameran Masterpiece Seni Rupa Indonesia dapat berjalan sukses dan mencapai tujuan yang dikehendaki bersama.

"Momentum.60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang harus dimaknai dengan kerja sama yang positif di berbagai bidang. Khususnya bagi MSI sesuai visi dan misinya adalah bagaimana mengangkat harkat, martabat dan kehormatan para anggotanya yang hingga saat sekarang sudah mencapai 765 orang tersebar di seluruh nusantara,"ujar Sari yang berprofesi sebagai arsitek dan dikenal juga sebagai designer busana bergenre etnis Jawa. 

Menurutnya, peningkatan capacity building menjadi salah satu program agar para anggota yang terklasifikasi sebagai pecinta, peduli, pelaku seni dan budaya Indonesia serta pemerhati dapat mengaktualisasikan berdasarkan kemampuan dan pengalaman dalam memajukan seni dan budaya Indonesia***

Editor : Gungde Ariwangsa SH