logo

Pemimpin Sibuk Urusan Pilpres, Harga Sembako Merangkak Naik, Emak-emak Bakal Menjerit

Pemimpin Sibuk Urusan Pilpres, Harga Sembako Merangkak Naik, Emak-emak Bakal Menjerit

23 April 2019 23:16 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kala para pemimpin sibuk mengamankan hasil Pemilihan Presiden 2019, diam-diam harga sembako merangkak naik. Bila tidak ada kebijakan yang signifikan harga-harga bisa lebih melesat di bulan puasa. Emak-emak bakal menjerit.

Sungguh ironis dengan janji-janji para tokoh saat berkampanye lalu. Ketidakmampuan mengerem harga-harga kebutuhan pokok ini mencerminkan, nasib rakyat tidak mendapat perhatian. Terutama dari pemerintah yang kini tengah berkuasa. Perhatian justru lebih terfokus pada perebutan kemenangan pada Pilpres lalu.

Saat ini harga sembako  kelompok bumbu dapur cenderung masih tinggi alias mahal. Hal ini terdapat pada golongan bawang yaitu bawang putih kating yang bertahan sebulan belakangan ini Rp60 ribu/kg. Sedangkan bawang putih banci atau biasa hanya Rp45 ribu/kg.

“Saking mahalnya bawang putih kating nggak dijual. Adanya banci. Siapa yang mau beli. Emak-emak pada teriak kalau jual mahal-mahal,” kata Yanti pedagang di Pasar Bekasi.

Masih menurut laporan poskotanews, bawang merah juga bertahan mahal dalam sebulan yaitu Rp35 ribu/kg. “Ini bawang merah masih tinggi. Bisa jadi ntar mau puasa naik lagi. Dari pasar Induk Cibitung sudah tinggi,” tambahnya.

Harga lainnya yang juga mahal yaitu buah tomat mencapai Rp15 ribu/kg dalam sebulan ini. Cabai merah alami fluktuatif yang tak pasti.

Pedagang lainnya, Ucok, mengungkapkan, sebelum pemilu harganya Rp20 ribu, begitu pemilu sampai Rp50 ribu. Namun sudah pemilu mulai berangsur turun jadi Rp20 ribu/kg. Cabe rawit merah juga mulai berangsur turun. Semula pemilu kemarin mencapai Rp50 ribu/kg sekarang sudah mencalai Rp35 ribu/kg.

Yang jarang dikonsumsi ibu-ibu namun sering dicari yaitu jengkol juga cenderung mahal dan bertahan dalam sebulan ini capai Rp45 ribu/kg. “Kalau jengkol dia ga ada harga pembanding. Dari sananya segitu ya segitu. Namun kalau puasa kan dia jarang ada yang nyari. Kadang bisa bertahan diharganya,” ujarnya.

Harga yang masih stabil yaitu wortel Rp10 ribu, kentang Rp12 ribu/kg, buncis Rp12ribu/kg. Sedangkan harga telur ayam negeri masih tetap Rp24 ribu/kg, harga daging ayam Rp40 ribu/800 gram.

“Belanja bawa uang Rp50 ribu pasti kurang. Belum nanti beli berasnya Rp10 ribu/liter. Ikannya aja sudah Rp19 ribu 1/2 kg ikan kembung. Belum lagi sayurnya bumbunya. Haduh ga cukup Rp100 bawa duit ke pasar. Semuanya mahal, bingung ngaturnya,” kata Erna warga perum Mustika Tambun. (lina/win)

Sedangkan indopos.co.id melaporkan, jelang Ramadan 1440 Hijriah, sejumlah kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga. Tak terkecuali di pasar tradisional Kabupaten Bogor, harga beberapa komoditi mulai meroket.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor mencatat beberapa komoditi kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga jelang puasa. Di antaranya bawang merah, bawang putih dan teri medan.

”Bawang merah termasuk tinggi, selisihnya Rp 10 ribu per kilogram. Dari minggu lalu Rp 45 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperdagin Kabupaten Bogor, Jona Sijabat, Senin (22/4/2019).

Selain itu, sambung Jona, lonjakan yang juga tinggi dialami komoditi teri medan yang sebelumnya Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram hingga akhir pekan lalu. Tak hanya itu, kaum ibu juga makin menjerit lantaran harga bawang putih naik dari Rp 28 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

Seorang ibu rumah tangga, Ulfa, 25, menuturkan, kenaikan beberapa harga sayur dan bumbu dapur ini begitu mencekik. Ia berharap pemerintah segera mengontrol harga jelang Ramadan. ”Semua mulai naik, tapi penghasilan kami segini saja. Tolong dong pemerintah gerak cepat menstabilkan harga,” tukasnya.

Sementara itu  dua pekan menjelang bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok di Makassar mulai naik. Dari pantauan KORAN SINDO di pasar tradisional di Makassar, kenaikan harga sembako terjadi di sektor hortikultura. Khususnya untuk bawang putih dan bawang merah, termasuk minyak goreng.

Salah satu pedagang di Pasar Terong, Cici (25) tak menampik hal tersebut. Dia mengatakan, untuk bawang putih, saat ini dijual seharga Rp45.000/kg. Naik drastis dari harga sebelumnya yang hanya Rp25.000/kg.

Sedangkan untuk bawang merah, harganya kenaikannya Rp5.000 menjadi Rp30.000/kg. "Bawang memang yang paling naik harganya. Biasanya begitu kalau mau bulan puasa," tutur Cici yang ditemui di Toko Cahaya Terong, Senin.

Dia menyebut, kenaikan harga ini terjadi sekitar seminggu yang lalu. Saat ditanya penyebabnya, Cici tak tahu pasti faktor kenaikan harga yang dimaksud."Saya juga ndak tahu. Tapi kan kita mengikut ji rata-rata begitu harganya sekarang," katanya.

Terpisah, Dewi (27) juga mengungkapkan kenaikan harga pada bahan pokok bawang merah dan bawang putih. Pedagang di Pasar Pabaeng-baeng ini menyebut, bawang merah dijual mencapai harga Rp50.000/kg dari harga sebelumnya Rp30.000/kg.

Sedangkan bawang putih, yang tadinya seharga Rp25.000/kg naik hingga Rp45.000/kg. "Setelah pemilu ini kemarin mulai naik harganya. Saya juga tidak tahu kenapa bisa naik. Kita kan ikut harga pasaran sekarang saja," sebut Dewi yang tengah berjualan di tokonya.

Tidak hanya itu, minyak curah juga mengalami kenaikan sebesar Rp2.500 menjadi Rp10.500/liter. Sementara beras kepala disebutnya masih normal dengan harga Rp7.500/kg, termasuk gula pasir di kisaran harga Rp12.500/kg, dan telur Rp40.000/rak.

Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Usaha Perdagangan Disdag Kota Makassar, Abdul Hamid tak menampik adanya kenaikan harga tersebut. Dia mengaku, kenaikan harga ini karena dipicu keterlambatan pasokan dari daerah.

“Kalau dibandingkan data minggu lalu, hari ini ada memang kenaikan sedikit tapi masih wajar dan normal sekitar 10% untuk bawang Putih. Biasanya faktor penyebabnya karena keterlambatan pasokan dari daerah. Tapi kami akan kros cek ke distributornya besok," kata Hamid. ***