logo

Genjot Daya Saing, Kemenperin Fasilitasi Standar Kemasan IKM

Genjot Daya Saing, Kemenperin Fasilitasi Standar Kemasan IKM

Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih (tengah) berfoto bersama peserta Workshop Penguatan Rumah Kemasan, Selasa (23/4/2019), di Bidakara Jakarta. (Suarakarya.id/laksito)
23 April 2019 20:45 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Perindustrian terus memacu industri kecil dan menengah (IKM) agar menerapkan standar produk dan kemasan menatik, sehingga mampu bersaing di pasar global.

"Kita akan terus mendorong agar pelaku IKM menerapkan standar produk, khususnya terhadap pengemasan. Kita optimalkan dan fasilitasi akses mereka untuk meningkatkan kualitas produk lokal melakui klinik kemasan dan rumah kemasan," kata Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih saat memberi pengarahan dalam workshop Penguatan Rumah Kemasan, di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Workshop yang diikuti pelaku IKM dan dinas terkait serta melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi itu, berlangsung 22-24 April 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta.

Gati menyebutkan, standar kualitas kemasan sangat penting, selain berfungsi mewadahi atau membungkus produk, dapat juga sebagai sarana promosi serta informasi dari produk tersebut sekaligus meningkatkan citra, daya jual dan daya saing.

"Kalau ibu-ibu belanja, yang dilihat dulu pasti kemasannya. Jadi dengan kemasan bagus, daya jualnya sudah tercipta dengan sendirinya," ujarnya.

Gati mengatakan, saat ini standar pengemasan yang ketat telah diterapkan oleh negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa, serta beberapa negara Asia seperti Jepang, Korea dan Taiwan. Negara-negara tersebut merupakan tujuan ekspor utama bagi Indonesia, khususnya produk pangan.

"Kita akan mengarah kesana, karena kemasan dapat meningkatkan ketertarikan seseorang pada produk yang bahkan harganya seringkali lebih murah dari harga kemasannya," ucap Gati.

Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan 24 Rumah Kemasan yang tersebar di 22 provinsi di bawah pengelolaan pemerintah daerah. Rumah Kemasan ini menjadi pusat informasi dan pelayanan kemasan bagi IKM dalam negeri. Dalam 2 tahun terakhir sudah 10.961 pelaku IKM memanfaatkan program Rumah Kemasan. Masing-masing 4.809 unit IKM pada tahun 2017 dan 6.152 unit IKM di tahun 2018.

“Untuk mendukung pengembangan Rumah Kemasan, Ditjen IKM telah menyusun buku Pedoman Pengembangan Rumah Kemasan yang diharapkan dapat menjadi dasar acuan bagi para stakeholder terkait dan aparat pembina, khususnya pengelola Rumah Kemasan yang telah berdiri guna melayani dan membantu IKM mengatasi berbagai masalah tentang kemasan,” paparnya.

Dalam pengembangan kemasan dan merek, Ditjen IKM juga telah memberikan dukungan bagi pelaku industri khususnya IKM untuk memperbaiki kualitas kemasan produknya dengan membentuk lembaga Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek sejak tahun 2003. Klinik Kemasan memfasilitasi pengusaha IKM dalam meningkatkan mutu kemasan produknya.

“Berdasarkan data Kemenperin, sampai tahun 2017 telah diberikan fasilitas dalam bentuk 6.998 desain kemasan, 7.396 desain merek dan bantuan kemasan cetak kepada 351 IKM,” ungkap Gati.

Klinik Kemasan tersebut dapat melayani bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan dan merek di daerah, serta bantuan cetak kemasan serta bantuan desain kemasan dan merek untuk IKM yang datang langsung ke Klinik Desain Merek dan Kemasan. Klinik ini juga ikut berpartisipasi pada kegiatan bimbingan dan pendampingan teknis desain merek dan kemasan yang diselenggarakan oleh pemerintah/dinas di daerah.

Kemenperin, melalui Ditjen IKMA juga memfasilitasi pelaku IKM dalam berbagai pameran, menyelenggarakan magang di Klinik Kemasan dan magang Operator Rumah Kemasan ke UPT Kemasan Jawa Timur (Sidoarjo). Selain itu juga menyusun Sistem Informasi dan Buku Pedoman Pengembangan Rumah Kemasan serta Fasilitasi Mesin dan Peralatan Rumah Kemasan di Maluku Utara.

Gati menuturkan sosialisasi Program Rumah Kemasan akan terus dilakukan sebagai program lanjutan dari e-Smart IKM. ***

Editor : Laksito Adi Darmono