logo

JK Undang Para Tokoh Islam, Apa Maksudnya? Komentar Said Aqil Siroj?

JK Undang Para Tokoh Islam, Apa Maksudnya? Komentar Said Aqil Siroj?

Foto kolase: Istimewa.
23 April 2019 09:28 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berupaya agar permasalahan yang terjadi di Pemilu 2019 dapat diselesaikan secara damai. Ia pun melakukan pertemuan dengan pimpinan sejumlah organisasi massa atau ormas Islam dan tokoh-tokoh Islam di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Menteng, Senin (22/4/2019) malam.

Para tokoh yang hadir, antara lain, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, Imam Besar Istiqlal Nasaruddin Umar, tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, Jimly Asshiddiqie, dan sejumlah ulama lainnya

"Pemilu ini harus diselesaikan dengan baik, dengan jujur dan juga agar masyarakat tenang. Semua masalah harus kembali ke hukum. Jadi apa pun masalahnya tentu dapat diselesaikan oleh Bawaslu ataupun MK. Jangan ada yang berbuat sendiri sendiri," kata JK usai pertemuan tersebut sepertivdikuyip dari Viva.com.

Hal selanjutnya yang dibahas yakni baik JK dan juga para pimpinan ormas Islam sepakat menjalankan organisasi dengan pikiran jangka panjang bagaimana Islam di Indonesia tetap moderat dan penuh toleransi, dan juga melaksanakan amal ibadah yang baik. Terutama, apalagi, tak lama lagi, umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan.

Bersama para tokoh agama dan pimpinan ormas Islam, JK berharap agar tidak ada perselisihan yang terjadi hanya karena Pemilu semata. 

"Kita semua berusaha sebaik-baiknya. Dan, itu inti dari pembicaraan kita. Semoga masyarakat tertib dan menunggu dengan sabar tanggal 22 (Mei) tanpa berbuat kekerasan atau pun perselisihan," ujarnya.

JK juga menyarankan agar kedua kandidat capres yang bertarung di Pilpres 2019 dapat saling bertemu. Hal itu untuk mencairkan suasana agar para pendukungnya juga dapat mencontoh paslon yang didukungnya.

"Tentu diharapkan tadi makin cepat, makin baik apabila Pak Jokowi (capres nomor urut 01 Joko Widodo) dapat bertemu dengan Pak Prabowo (capres nomor urut 02 Prabowo Subianto). Itu kita semua mendukung apabila ada rekonsiliasi seperti itu. Juga (kalau) nanti ada pertemuan berikutnya dengan pihak-pihak yang lain," kata JK. 

Isu People Power, Harimau Jadi Kucing

Sebelumnya di kantor PBNU, Jakarta, Senin, 22 April 2019, Said Aqil Siroj meyakini isu ancaman adanya people power usai Pilpres 2019 tak akan menjadi kenyataan karena pertolongan Tuhan.

"Di sana sini ada ancaman, katanya mau people power tapi kita punya Allah, kita punya Rasulullah," ujar Said saat menerima cawapres Ma'ruf Amin yang sedang bertandang ke PBNU.

Lebih jauh Said menilai dengan pertolongan Tuhan maka pihak yang mengancam people power akan tunduk dan melunak. "Seandainya kita, selama kita ditolong Rasulullah, bersama Rasulullah Insya Allah harimau-harimau akan kelihatan tunduk, jinak. Insya Allah yang tadinya harimau jadi kucing," ujarnya.

Dia justru membandingkan pelaksanaan pemilu di Indonesia dengan di luar negeri yang tiap pemilu pasti ada korban. Ia mengklaim pemilu di Indonesia lebih matang dibanding negara lain. Kata Said, NKRI harus menjadi prioritas.

Said pun mengajak warga masyarakatv agar memelihara kedewasaan dan kematangan dalam berbangsa dan bernegara. "Kita harus lebih bersifat lebih punya karakter lebih dewasa, lebih matang lagi, harus kita rawat kesatuan NKRI, yang ke depan insya Allah akan menjadi contoh, akan mendapatkan apresiasi dunia internasional," ucapnya pula.

Kemudian, ia menambahkan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam juga ternyata mampu berdemokrasi. Maka itu, Islam dan demokrasi tak bertentangan bahkan saling memperkuat.

"Demokrasi diberikan roh diberi spirit oleh Islam. Islam diperkuat oleh sistem berdemokrasi. Salah besar kalau ada yang menganggap Islam tak mengenal demokrasi," kata Said.

Syukuran, Pilpres 2019 Lancar

Dilansir Merahputih.com, PBNU mengucapkan selamat atas kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan Pemilu 2019. Oleh sebab itu, PBNU sengaja menggelar acara syukuran atas proses demokrasi di Indonesia yang lancar dan patut diapresiasi.

"Negara kita ini ternyata lebih unggul, lebih mulia, dan lebih dewasa dalam berbangsa dan bernegara," ujarnya di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (22/4/2019) dalam acara syukuran yang dihadiri antara lain oleh KH Ma'ruf Amin, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyaar,  dan Rais Syuriyah PBNU Mustofa Aqil Siroj.

Ia juga menyebut, hal ini juga sebagai bukti bahwa mayoritas umat di Indonesia berhasil dalam berdemokrasi. Tak terlihat satu pun pertentangan dan malah saling memperkuat.

"Karena itu bagi kita sistem demokrasi sudah +o pilihan yang terbaik dalam berbangsa dan bernegara," tuturnya.
Dalam kesempatan itu juga, Said tak lupa untuk mendoakan para petugas penyelenggara Pemilu yang wafat saat melaksanakan tugas mengawal pesta demokrasi.

"Mudah-mudahan amal mereka diterima Allah SWT, diampuni segala kekhilafan dan dosanya. Ke depan, kita rajut kembali persatuan dan kesatuan kita," kata Said menjelaskan. ***

Editor : Pudja Rukmana