logo

Kapal Riset Mendukung Optimalisasi Potensi Hayati Dan Ekonomi Laut

Kapal Riset Mendukung Optimalisasi Potensi Hayati Dan Ekonomi Laut

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko (kiri) berbincang dengan Kapten Kapal Riset Baruna Jaya VIII, di kabin kemudi. (foto, ones).
22 April 2019 21:58 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berencana,  untuk mengadakan kapal riset yang besar. Kapal riset tersebut nantinya, akan digunakan untuk penelitian di laut dalam atau samudera.

"Kapal riset tersebut akan berukuran panjang 75 meter," kata Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, dalam acara Media Briefing: Peran Riset untuk Optimalisasi Potensi Laut Indonesia, di Kapal Riset Baruna Jaya VIII, di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Disebutkannya, saat ini LIPI baru memiliki dua kapal riset, yakni Baruna Jaya VII dan Baruna Jaya VIII, yang panjangnya masing-masing sekitar 53 meter. Ke depan, selain kapal riset berukuran panjang 75 meter, kapal riset berukuran 53 meter, juga akan dibuat kapal riset berukuran panjang 15 meteran.

"Itu untuk melakukan penelitian di pesisir," ujarnya. Dengan keberadaan kapal riset sebanyak tiga type, lanjutnya, kelak tak ada lagi alasan, negara maritim ini tidak bisa melakukan riset kemaritiman.

Dikatakan Kepala LIPI, jangan sampai riset maritim dilakukan negara lain. Untuk itu, LIPI melalui Pusat Penelitian Oseanografi memiliki tanggung jawab, melakukan optimalisasi potensi laut Indonesia melalui kegiatan riset dan pengembangan.

“LIPI membuka peluang untuk kolaborasi pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya manusia riset, termasuk pemanfaatan kapal riset untuk kegiatan penelitian dan ekspedisi,” jelas Kepala LIPI.

Editor : Gungde Ariwangsa SH