logo

Pernyataan Sikap NU-Circle, Pasca Pencoblosan Untuk Indonesia Bermartabat

Pernyataan Sikap NU-Circle,  Pasca Pencoblosan Untuk  Indonesia Bermartabat

Ketua umum NU-Circle Gatot Prio Utomo. (foto, ist)
22 April 2019 20:51 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, untuk memilih Presiden dan Wakilnya, anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota usai digelar, pada Rabu (17/4/2019) lalu. Pesta demokrasi tersebut, bisa dibilang berjalan damai, tertib, aman dan lancar.

Untuk itu, Ketua umum Perkumpulan Masyarakat Profesional NU (NU-Circle) Gatot Prio Utomo, di Jakarta, Senin (22/4/2019) menyampaikan, apresiasi setinggi-tingginya pada semua pihak, yang telah berperan, atas suksesnya penyelenggaraan Pemilu tersebut.

"Apresiasi saya sampaikan pada seluruh rakyat Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam Pemilu 2019," ujarnya. Dia menyebutkan, sedikitnya 80,90 persen dari total 192.828.520 pemilih, yang tersebar di dalam maupun luar negeri, menyampaikan hak suaranya. 

Dia juga menyampaikan penghargaannya, pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) bserta jajarannya. Termasuk PPK, PPS dan KPPS, Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) serta jajarannya, dan seluruh lembaga/organisasi pemantau pemilu.

Tak lupa Ketua umum NU-Ciecle itu, mengucapkan rasa terimakasihnya pada TNI dan Polri. Yang telah memberikan jaminan rasa aman, pada seluruh tahapan Pemilu.

Walau begitu, dikemukakannya, NU-Circle tetap terus mencermati dinamika pascapencoblosan, yang berkembang di masyarakat luas, "Karenanya, NU Circle menyatakan sikap," ujarnya.

Terkait hal itu, Sekretaris jenderal (Sekjen) NU-Circle Abdullah Baidlowi menyatakan, ada tujuh butir pernyataan sikap yang disampaikan NU-Circle.

Yakni meliputi: 1. Semua pihak agar menghormati setiap proses dan tahapan Pemilu dengan mempercayakan prosesnya kepada KPU sebagai lembaga resmi negara yang bertugas menyelenggarakan Pemilu dan BAWASLU sebagai lembaga resmi negara yang mengawasi penyelenggaraan Pemilu.

2. Semua pihak agar berperan aktif bersama-sama mengawal proses penghitungan suara di semua tingkatan mulai dari TPS, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga ke KPU Pusat.

3. Semua bentuk kecurangan yang ditemukan dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu, harus ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam perundang – undangan yang berlaku.

4. Kami menghargai proses quick count yang memanfaatkan metodologi ilmiah serta norma-norma yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, sebagai sebuah ikhtiar dari para intelektual dan professional guna mengetahui hasil Pemilu secara lebih cepat dan akurat.

5. Kami meyakini hasil quick count yang dilakukan secara benar dapat menjadi salah satu referensi terpercaya untuk memprediksi hasil pemilu, akan tetapi hasil resmi tetaplah mengacu kepada penghitungan real count yang dilakukan oleh KPU. Oleh karena itu kami menghimbau agar semua pihak bersabar menunggu penetapan resmi KPU.

6. Selama menunggu penetapan oleh KPU, agar para elit partai politik, tim sukses dan pendukungnya tidak memberikan pernyataan yang mengganggu kondusifitas proses pelaksanaan penghitungan suara serta menghentikan seluruh bentuk provokasi, saling klaim dan penggiringan opini yang berpotensi meresahkan masyarakat luas.

7. Menghimbau kepada masyarakat luas terutama intelektual dan professional untuk ambil bagian dalam upaya merekatkan tali silaturahmi, membangun semangat persatuan dan persaudaraan, melanjutkan karya dan menorehkan prestasi untuk kemajuan serta kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Editor : Silli Melanovi