logo

Berbagai Pemimpin Negara Kutuk Serangan Bom Saat Paskah Di Sri Lanka

Berbagai Pemimpin Negara Kutuk Serangan Bom Saat Paskah Di Sri Lanka

Petugas keamanan berjaga di sekitar lokasi ledakan bom gereja St. Anthony's Shrine di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Ratusan orang tewas dan terluka akibat ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah. (Antara/Reuters)
22 April 2019 00:02 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - ANKARA: Masyarakat internasional telah bereaksi terhadap serangan bom pada Minggu (21/4/2019) di Sri Lanka, sehingga menewaskan 197 orang dan melukai ratusan orang lagi.

Serangan bom ditujukan ke delapan lokasi berbeda --termasuk gereja tempat umat Kristiani merayakan Paskah pada Minggu-- dan hotel bintang lima di Ibu Kota Komersial Sri Lanka, Kolombo.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di dalam satu pernyataan tertulis, mengutuk serangan itu dengan "sekeras-kerasnya".

"Ini adalah serangan terhadap semua manusia. Atas nama rakyat Turki, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan rakyat #SriLanka, dan mendoakan mereka yang cedera semoga cepat sembuh," kata Erdogan, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu malam (21/4/2019).

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan dalam satu cuitan di Twitter, "(Saya) dengan keras mengutuk serangan teroris mengerikan di Sri Lanka saat Paskah, Minggu, sehingga menghilangkan nyawa yang berharga dan melukai ratusan orang. Belasungkawa terdalam saya buat saudara rakyat Sri Lanka. Pakistan menyampaikan solidaritas penuh buat Sri Lanka pada saat kesedihan ini."

Perdana Menteri India Narendra Modi juga mengecam ledakan mematikan tersebut. Ia mengatakan, "Tak ada tempat buat kekejaman semacam ini di wilayah kita. India menyampaikan solidaritas buat rakyat Sri Lanka. Hati saya bersama keluarga yang berduka dan mendoakan mereka yang cedera."

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani juga mengutuk serangan itu dan mengatakan, "Menyerang gereja dan hotel serta membidik orang yang sedang beribadah mengerikan, dan Afghanistan dengan keras mengutuk perbuatan keji ini. Harapan dan doa kami buat korban dan keluarga mereka, dan solidaritas kami sampaikan buat Sri Lanka pada hari kelam ini."

Di dalam satu pernyataan di Twitter, Juru Bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, mengatakan mereka "sangat terkejut oleh berita bahwa umat Kristiani di Sri Lanka diserang dan tewas selama kegiatan Paskah".

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Therea May mengatakan serangan di Sri Lanka "benar-benar mengerikan".

"Simpati terdalam saya buat mereka yang menjadi korban pada saat tragis ini," kata wanita perdana menteri tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin, di dalam satu pernyataan, menyampaikan "belasungkawanya yang paling dalam sehubungan dengan akibat tragis dari serangkaian serangan teror" di Sri Lanka, kata kantor berita negara Rusia, Tass.

Putin, yang menggarisbawahi bahwa Moskow tetap menjadi mitra yang dapat dipercaya buat Sri Lanka dalam perangnya melawan terorisme internasional, mengatakan, "Saya berharap para pelaku dan otak aksi kejam ini, yang dilakukan pada puncak perayaan Paskah, akan mendapat hukuman yang setimpal."

Presiden AS Donald Trump, di dalam satu cuitan, mengatakan, "AS menyampaikan belasungkawa sepenuh hati buat bangsa besar Sri Lanka. Kami siap membantu."

            Paus Fransiskus

Sebelumnya Paus Fransiskus pada Minggu mengutuk serangan-serangan yang menewaskan sedikitnya 138 orang di tiga gereja dan empat hotel di Sri Lanka dengan menyebutnya sebagai aksi "kekerasan yang bengis" dan menyatakan ia bersama dengan masyarakat Kristen yang menjadi sasaran ketika merayakan Paskah.

Ledakan-ledakan tersebut, yang dikatakan oleh para pejabat rumah sakit dan kepolisian melukai lebih 400 orang, dilancarkan setelah suasana relatif tenang dari serangan-serangan besar sejak akhir perang saudara 10 tahun lalu.

"Saya merasa sedih dan perih setelah menerima kabar tentang serangan-serangan tersebut yang terjadi hari ini, Paskah, membawa duka cita dan pedih ke gereja-gereja dan tempat-tempat lain saat orang-orang berkumpul di Sri Lanka," kata Paus Fransiskus kepada puluhan ribu orang di Alun-Alun St. Peters mendengarkan pesan Paskah "Urbi et Orbi (kepada kota an dunia) yang disampaikan pada Minggu.

"Saya ingin sampaikan kedekatan yang penuh kasih sayang saya kepada masyarakat Kristen, yang diserang selagi beribadah, dan kepada semua korban dari kekerasan bengis itu," kata Fransiskus yang mengunjungi Sri Lanka tahun 2015.

"Saya percaya kepada Tuhan mereka yang telah meninggal secara tragis dan berdoa bagi yang luka-luka dan bagi semua yang menderita akibat peristiwa dramatis ini," katanya seperti dilansir Antara dari Reuters. ***