logo

Marak Pencarian Sapi, DPO Pencuri Sapi Diumumkan Di TV Nasional

Marak Pencarian Sapi, DPO Pencuri Sapi Diumumkan Di TV Nasional

Polres Lumajang umum DPO kasus pencurian sapi.
21 April 2019 16:24 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id -
LUMAJANG: Polres Lumajang tidak main main dalam memerangi maraknya pencurian sapi. Pencurian sapi telah menjadi momok meresahkan,  di mana rata - rata kejadian dalam sebulan bisa terjadi hingga 30 kali pencurian sapi.

 Data dari Polres Lumajang sendiri telah terjadi 103 kali pencurian sapi yang dilaporkan selama tahun 2018. Namun demikian, diperkirakan masih banyak kejadian yang tidak dilaporkan oleh korban karena sebagian besar masyarakat enggan melaporkan kejadian pencurian sapi karena beberapa faktor seperti adanya intimidasi dari pelaku, korban menunggu tawaran tebusan dari pelaku, dan juga anggapan kurang responsifnya aparat dalam membantu mengungkap pencurian sapi.

  Menurut Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, yang menyatakan perang kepada pada pencuri sapi " Saya tidak main - main dalam usaha memutus mata rantai pencurian sapi di Lumajang. Saya nyatakan perang kepada para pencuri sapi. Semua cara akan saya gunakan, para pelaku boleh memiliki seribu cara menyembunyikan kejahatannya, tapi saya punya sejuta cara untuk menggungkap dan memutus mata rantai pencurian sapi di Lumajang” ungkap Arsal

“Secara preventif saya telah gelorakan program 3 lapis keamanan. Yaitu lapis pertama program komunitas rantai sapi, sebagai bentuk tanggung jawab pribadi para pemilik sapi. Kemudian lapis kedua program garasi ternak, dimana sapi dalam 1 RT dikumpulkan dalam 1 kandang bersama dan juga diawasi bersama. Lapis ketiga program pembentukan Satgas Keamanan Desa, yang mana program SKD ini merupakan penyelesaian komprehensif mengatasi masalah-masalah kamtibmas di tiap Desa, termasuk masalah pencurian sapi.  Saat ini Satgas Keamanan Desa sudah terbentuk di 198 desa dengan jumlah personil mencapai 5.940 orang yang merupakan relawan - relawan keamanan yang tidak digaji “ Ujarnya dalam keterangan yang ditrdite SK.id, Minggu (21/4/2019).

  "Selain itu secara represif saya siapkan anjing pelacak dan penggunaan drone untuk melacak keberadaan pencuri sapi, dan setiap 1 kali pencurian sapi saya akan lakukan penggrebekan kampung selama 1 bulan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku pencuri sapi. Saya tidak mau tanggung, semua anggota polres baik Polri maupun PNS saya kerahkan untuk proses grebek kampung tersebut. Seperti yang saya lakukan di desa Salak, Jenggrong, Meninjo, Selok Anyar, dan desa lainnya, 184 personil Polri dan PNS saya libatkan untuk melakukan penggerebekan kampung” ujarnya lagi

  "Program terbaru saya, setiap DPO pencuri sapi maupun pelaku kriminal lainnya akan saya umumkan melalui semua media, baik media sosial, media cetak maupun media elektronik. Saya tidak mau tanggung - tanggung dalam mengumumkan DPO di media elektronik, yang saya gunakan langsung adalah TV Nasional. Seperti 3 DPO pencuri sapi di Selok Awar-awar yang saya umumkan melalui media TV One." Ujar Arsal.

  Kita ketahui bahwa Team Cobra Polres Lumajang berhasil mengungkap sindikat pencurian sapi diwilayah Desa Bades Kec. Pasirian dengan total 9 pelaku, dimana 6 pelaku berhasil tertangkap sedangkan 3 pelaku masih DPO. Adapun ke-3 data DPO pelaku pencuri sapi tersebut sebagai berikut :
1. NERAN, 34 Th, alamat Dsn Timur sawah Desa Pamdanwangi Tempeh.

2. NESAB Als SAB, 45 Th, alamat Dsn Rekesan Desa Bago Pasirian.

3. AINUL HA'IS, 23 Th, alamat Dsn Karangjati Desa Panda Arum Tempeh.

 Muchlis salah satu warga desa Salak kec. Randuagung mengungkapkan  "Saya sangat setuju dengan dipublikasikannya DPO pelaku kriminal yang ada di lumajang, ini akan membuat efek jera bagi pelakunya karena akan membuat sanksi sosial buat dia dan keluarganya. Kami sudah sangat lelah dengan kejahatan yang terjadi di lumajang.  sekarang di lumajang sudah ada team Cobra yang bisa ungkap terus kejahatan. Hidup Tim cobra, libas semua kejahatan, kami masyarakat lumajang  selalu mendukungmu” ujarnya dengan semangat

Editor : B Sadono Priyo