logo

KPK Kembangkan Terus Dugaan Kasus Suap Politisi Partai Golkar

KPK Kembangkan Terus Dugaan Kasus Suap Politisi Partai Golkar

tersangka Bowo Sidik Pangarso
21 April 2019 12:22 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penyidik KPK terus mengembangkan dan  mendalami keterlibatan PT Pupuk Indonesia serta pelaku-pelaku lainnya terkait kasus dugaan suap jasa pengangkutan pupuk PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Dengan demikian, belum tertutup kemungkinan keterlibatan sejumlah orang lagi dalam kasus tersebut. Paling tidak mereka sebagai pelaku ikut serta dalam kasus yang diduga melibatkan politisi Partai Golkar itu.

Jubir KPK Febri Diansyah menyebutkan, dalam kasus suap yang menjerat anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso ini, penyidik akan mendalami keterkaitan dan keterlibatan PT Pupuk Indonesia dalam jasa pengangkutan pupuk tersebut. "Penyidik akan mendalaminya. Karena waktu ekpose kasus tersebut, selesai OTT memang ada pertanyaaan kepada para penyelidik tentang hal itu (keterlibatan dan keterkaitan PT Pupuk Indonesia)," kata Febri di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Febri mengatakan, pihaknya akan terus mengambangkan kasus suap yang digunakan Bowo Sidik untuk serangan fajar pada Pemilu 2019 kemarin ini. Apalagi, PT Pupuk Indonesia ada dugaan diketahui berafiliasi dengan PT Pilog yang menjalin kerjasama pengangkutan pupuk dengan kapal PT HTK.

Untuk itu, penyidik KPK telah  memanggil wanita yang turut diamankan di apartemen kawasan Permata Hijau, JakartaSelatan, saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersangka Bowo Sidik Pangarso terkait kasus dugaan suap distribusi pupuk menggunakan kapal.

Febri Diansyah menyebutkan, wanita tersebut bernama Siesa Darubinta. Dia diperiksa dengan kapasitasnya sebagai saksi atas tersangka Asty Winasti (AWI) dalam kasus yang sama. "Saksi yang berada di lokasi apartemen saat itu," tutur Febri namun tidak menjelaskan hubungan antara Bowo dengan Siesa Darubinta meski keduanya diamankan di lokasi yang sama.

Petinggi PT Pupuk sendiri sudah pernah diperiksa pada saat OTT terhadap Bowo Sidik. Selain memeriksa petingginya, KPK juga sudah menggeledah kantor PT Pupuk. Saut mengatakan, penyidik tengah mengumpulkan bukti keterkaitan PT Pupuk Indonesia atas kasus suap ini. "Tunggu saja seperti apa kaitanya (PT Pupuk Indonesia)," tutur Febri.

KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk. Selain Bowo, KPK juga menjerat dua orang lainnya yakni Marketing Manager PT HTK  Asty Winasti, dan pegawai PT Inersia bernama Indung.

KPK menduga ada pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait kerja sama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT HTK.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima suap sebanyak tujuh kali dari PT Humpuss.

Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton dolar Amerika Serikat (AS). Diduga, Bowo Sidik telah menerima suap sebanyak tujuh kali dari PT Humpuss. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp 8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019. ***

Editor : Pudja Rukmana