logo

Rolland Band, Dari Jogja Istimewa Sambut Indonesia Juara

Rolland Band, Dari Jogja Istimewa Sambut Indonesia Juara

Rolland Band dengan personel lengkap
20 April 2019 13:45 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - YOGYAKARTA: Usia boleh menua tetapi kreasi harus tetap terjaga. Begitulah pameo yang berlaku bagi Rolland Band. Di penghujung usianya yang ke 35 tahun sejak diproklamirkan di Yogyakarta 22 Desember 1984, Rolland Band meluncurkan single Juara.

Ditangan Petrus Rolland, sang vokalis, dibantu aranger dari Semarang Ari Sulistyono, lirik Juara karya Dina Firli. disulap menjadi sebuah lagu bergenre rock klasik yang bertenaga dan nempel di telinga. Menggambarkan tunas patria bertumbuh sebagai penghela dan permersatu bangsa, seia sekata, saling melayani, tekun, taat serta setia memelihara kebhinekaan dengan hati riang gembira.

Pada akhirnya menjadi daya dorong kesadaran kolektif masyarakat untuk bersatu, dan dengan kepenuhan empati menciptakan Indonesia menjadi bangsa juara. Itu salah satu pesan lagu ini.

Lirik Juara ditulis Dina Firli. Begitu pun model clip videonya, juga melibatkan ibu dua putra alumni IKIP Semarang itu tadi. Kesemuanya ini, menurut Petrus Rolland, dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan kepada Dina Firli, yang secara tidak langsung menjadi pemantik kelahiran kedua Rolland Band.

Video clip Juara, single Rolland Band sudah tayang di Youtube, mulai menuai simpati publik rock dari berbagai penjuru negeri, sekaligus membuktikan bahwa sebagai kampiun band rock, Rolland Band makin digdaya.

Pada era tiga setengah dasa warsa silam, warna bermusik Rolland Band boleh dibilang mengiblat pada Judas Priest. Nomor-nomor lagu yang diusungpun banyak mengambil hit-hit dari grup heavy metal kesohor asal Inggris. Lumrah kalau banyak yang mengidentikkan kelompok band heavy metal asal Yogyakarta ini sebagai Judas Priestnya Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti Rolland hanya sekadar epigon.

“Kami juga punya lagu ciptaan sendiri,” kata Petrus Rolland, Sabtu (20/4/2019).

Beberapa diantaranya berhasil memperoleh apresiasi tinggi dimasanya. Setiap kali membawakan lagu karya sendiri, terutama Teror, Gigolo, Percakapan Satu Kamar, fans yang berjejal memadati lapangan seperti terekstase, ikut bernyanyi sambil berjingkrakan.

Diakhir atraksi Rolland Band selalu dikawal tentara serta polisi ketika turun dari atas stage. Kalau cuma sekuriti sipil sulit bisa diandalkan. Pengalaman menunjukkan, banyak penggemar, lelaki dan perempuan muda, mencoba nekat menerobos naik panggung saling berebut menghadiahi peluk dan cium.

Rolland Band selalu tampil garang, menyajikan tembang berirama heavy metal yang digandrungi masyarakat pecinta rock. Fenomena serupa terulang lagi pada Sabtu, 23 Februari 2019. Di atas stage tinggi berlatar belakang backdrop bertuliskan "Metal Tanpa Batas Rolland Reborn" berdiri kokoh di areal Kampanyo QT Square, Jl Veteran 150-151, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Rolland Band tampil perkasa dan liar kendati usia personilnya lebih dari separuh abad. Diusia tuanya power suara Petrus sang vokalis masih prima seperti saat muda dulu. Dia mampu menyelesaikan 11 lagu pekak tanpa jeda.

Sementara Yoyok, Ivan Sidharta dan Bento Jepang yang juga mulai beranjak tua masih sangat kompak. Melodi yang mereka petik, suara betotan bas dan gebukan drum terdengar serasi saling mengisi.

Suasana berubah sedikit sentimental saat Gigolo, Teror dan Percakapan Satu Kamar dilantunkan. Penontonpun sontak ikut bernyanyi bersama. Rupanya, kendati sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah lagi terdengar, lagu-lagu top andalan Rolland Band masih dihafal penggemarnya. Mengharukan! Pendek kata, malam itu bisa disebut sebagai awal yang baik bagi Rolland Band untuk bangkit kembali.

“Konser Jogja sebagai testcase,” kata Petrus Rolland.

Menurut dia, rencana grupnya kedepan sangat tergantung dari Juara, single terbaru Rolland Band, yang sudah rilis di youtube.

“Kalau single ini diterima masyarakat, besar peluangnya menjadi modal menjelajahi berbagai kota besar menyulut semangat publik rock dengan energi Rolland Band yang masih membara,” imbuh Petrus Rolland!. ***

Editor : Pudja Rukmana